Komunikasi Sosial Jadi Jembatan Persaudaraan dan Keamanan
PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah hutan yang lebat dan keindahan alam pedalaman Papua, tepatnya di Kampung Mumugu, Distrik Krepkuri, muncul secercah harapan melalui inisiatif kemanusiaan yang digagas oleh Satgas Pamtas Mobile Yonif 733/Masariku. Melalui program pembinaan teritorial dan komunikasi sosial (komsos), para prajurit TNI tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjalin ikatan persaudaraan dengan warga yang jauh dari hiruk-pikuk kota. Pada Kamis, 3 Juli 2025, mereka menyapa warga dengan wajah ramah dan langkah penuh kepedulian, mendengarkan keluh kesah, harapan, serta aspirasi yang selama ini terpendam. Dialog ini menunjukkan bahwa TNI hadir bukan hanya sebagai pelindung negara, tetapi juga sebagai mitra dan saudara bagi masyarakat Papua.
Selain itu, Satgas juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar. Mereka mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan suasana yang damai, kondusif, dan saling menghargai di tengah keberagaman.
“Program ini bukan hanya sekadar pendekatan formal. Ini adalah bentuk kemitraan yang ingin kami bangun agar masyarakat merasa aman, dihargai, dan didengar,” ungkap Komandan Satgas Yonif 733/Masariku, Letkol Inf Julius Jongen Matakena.
“Kami berharap masyarakat dapat terbuka dalam berkomunikasi dan aktif menjaga lingkungan. Dengan kebersamaan, kita bisa membangun Mumugu yang damai dan sejahtera.”
Panglima Koops TNI Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah yang diambil oleh Satgas Yonif 733/Masariku.
“Ini adalah wajah sejati TNI. Kami bukan sekadar penjaga perbatasan, tetapi juga bagian dari kehidupan masyarakat. Melalui komunikasi sosial, kami berusaha untuk terhubung dengan rakyat, memahami kehidupan mereka, dan menjadi pelayan yang hadir dengan sepenuh hati,” ungkap Mayjen Lucky.
Inisiatif ini mencerminkan filosofi TNI yang humanis dan responsif, serta menjawab kebutuhan masyarakat akan kedekatan, perlindungan, dan keberlanjutan pembangunan.
Dengan program komunikasi sosial ini, Kampung Mumugu tidak hanya dikenal sebagai daerah perbatasan, tetapi juga sebagai simbol kebersamaan dan semangat gotong royong antara masyarakat dan prajurit. Di tempat ini, keamanan bukan hanya tanggung jawab negara, melainkan juga hasil dari kerja sama dan kepercayaan yang terjalin dari hati ke hati.
Authentication:
(Dansatgas Media Koops Habema, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)

