Santriwati Kritis, Diduga Usai Dipukul Balok dan Sajadah di Ponpes

    0
    85
    Ilustrasi. [Foto: Getty Images/iStockphoto/Rachaphak]

    LOMBOK BARAT, (Cakrayudha-hankam.com) – Seorang santriwati di salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Lombok Barat berinisial NI, diduga dianiaya oleh temannya sendiri.

    NI diduga dipukul menggunakan kayu di bagian kepala dan sajadah di bagian matanya.

    “Kronologis memang betul, karena kita lihat secara langsung kondisi dari korban ini sangat memprihatinkan yang sudah menggunakan ventilator. Pengakuan dari korban kepada orangtuanya dilakukan pemukulan oleh rekannya sendiri menggunakan balok, berikut menggunakan sajadah di mata,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Kota Mataram, Kompol I Made Yogi Pusura, Senin (24/6/2024) siang.

    Kompol I Made Yogi Pusura menerangkan, saat ini kondisi korban dalam keadaan kritis dan sedang mendapatkan perawatan di salah satu rumah sakit di Kabupaten Lombok Timur.

    Informasi kasus tindakan kekerasan tersebut, awalnya didapatkan dari ayah korban pada Sabtu (24/6/2024) akhir pekan kemarin.

    Dari laporan tersebut, Polres Mataram membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi ke rumah sakit tempatnya di rawat.

    “Nanti kita akan tunggu hasil visum dari pihak rumah sakit,” ujar Kompol I Made Yogi Pusura.

    Korban berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Orang tua korban mengetahui kondisi anaknya, setelah mendapatkan informasi dari orang tua temannya yang membawa ke rumah sakit di Lombok Timur.

    “Senin dua minggu yang lalu, ibu dari temannya ini kasihan dan berinisiatif untuk membawanya ke rumahnya. Senin minggu lalu, orang tuznya datang dari NTT untuk melihat kondisi anaknya,” kata I Made Yogi Pusura.

    Dijelaskan I Made Yogi Pusura, korban dibawa oleh teman sebangkunya yang merasa kasihan untuk bisa mendapatkan perawatan yang intensif. Karena sebelum dirawat di rumah sakit, korban sempat dibawa ke klinik dan akhirnya dipindah ke rumah sakit karena kondisi yang semakin parah.

    “Kalau kasat mata dalam posisi terbaring dengan menggunakan ventilator. Tapi kalau kesehatannya itu dokter yang harus menyampaikannya. Kami bergerak ada permohonan dari pihak rumah sakit dalam hal ini mengeluarkan dari rekam medis,” ungkap I Made Yogi Pusura.

    I Made Yogi Pusura menjelaskan, dengan adanya aduan tersebut pihak kepolisian akan melakukan pemeriksaan dengan memanggil sejumlah saksi. Mulai dari orang tua korban, temannya yang membawa rumah sakit di Lombok Timur, pihak pondok pesantren hingga sopir.

    “Tim bergerak ke Lombok Timur, dan ada beberapa orang saksi yang akan kita periksa. Salah satunya orang tua atau ibu dari rekan korban,” katanya.

    Pemanggilan terhadap pihak ponpes akan dilakukan setelah pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) para saksi. “Pasti kita akan melakukan pemanggilan secara resmi kepada pihak pondok pesantren untuk menjelaskan kronologisnya,” pungkas I Made Yogi Pusura. (**)

     

    Sumber: bali.suara.com