Sambutan Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman Dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur Bimbingan Teknis Drainase

    0
    170
    Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman Dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur dalam sambutannya pada acara Bimbingan Teknis Drainase dengan tema “Inovasi Pengelolaan Sistem Drainase Sebagai Sumber Energi Terbarukan dan Mitigasi Terhadap Ancaman Perubahan Iklim”
    Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman Dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur dalam sambutannya pada acara Bimbingan Teknis Drainase dengan tema “Inovasi Pengelolaan Sistem Drainase Sebagai Sumber Energi Terbarukan dan Mitigasi Terhadap Ancaman Perubahan Iklim”

    TEMA “INOVASI PENGELOLAAN SISTEM DRAINASE SEBAGAI SUMBER ENERGI TERBARUKAN DAN MITIGASI TERHADAP ANCAMAN PERUBAHAN IKLIM”

     

    Surabaya,(Cakrayudha-hankam.com) – Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman Dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur dalam sambutannya pada acara Bimbingan Teknis Drainase dengan tema “Inovasi Pengelolaan Sistem Drainase Sebagai Sumber Energi Terbarukan dan Mitigasi Terhadap Ancaman Perubahan Iklim”

    Kepala Dinas Perumahan Rakyat menyampaikan bahwa, “Sistem drainase terpadu dirancang untuk mengatasi masalah banjir di kawasan perkotaan.”
    Sistem ini terdiri dari berbagai komponen, seperti saluran drainase, kolam retensi, dan pompa air. Tujuan dari sistem drainase terpadu adalah untuk mengalirkan air hujan dengan cepat dan efisien.

    “Dalam perkembangannya, sistem drainase selain berfungsi mengelola aliran air juga sebagai sumber energi alternatif. Ini adalah sumber daya terbarukan yang zero polution yang merupakan alternatif dari sumber bahan bakar fosil tradisional,” ujarnya.

    Pengelolaan air yang baik melalui sistem drainase yang tepat dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya air, hal ini meminimalisir kehilangan air yang tidak terpakai dan meningkatkan produktivitas. Misalnya dalam Industri Pembangkit Listrik Tenaga Air, sistem drainase sangat penting untuk memastikan pasokan air yang konsisten dan efesiensi operasional PLTA.

    Daerah perkotaan sering mengalami banjir berskala besar, suatu situasi yang sangat buruk telah diperburuk oleh perubahan iklim. Perubahan iklim tidak hanya menyebabkan peningkatan suhu rata-rata, tetapi juga mengakibatkan perubahan hingga fenomena alam seperti suhu ekstrem, angin, hujan salju, curah hujan, dan peningkatan permukaan air laut tingkat yang secara langsung dan tidak langsung mempengaruhi kehidupan manusia.

    Dalam menghadapi dampak negatif dari perubahan iklim diperlukan strategi adaptasi. Pemanasan global inilah yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim berikut dampak yang mengikuti seperti kegagalan panen, kelangkaan air, tenggelamnya daerah pesisir, banjir,dan kekeringan. Sebagaimana diketahui, sekitar 63% emisi karbondioksida dihasilkan oleh sektor industri energi (pembangkit listrik/kilang minyak) dan sektor transportasi.

    Data dari Departemen ESDM (Yusgiantoro, 2006) bahwa pada Tahun 2005 hanya sebagian kecil dari potensi sumber energi terbarukan yang sudah termanfaatkan. Tenaga air baru terpasang 4,2 GW (5,55%) dari potensi 75,67 GW. Karena itu sangatlah bisa dimengerti jika pemerintah berusaha menaikkan target pemakaian sumber energi terbarukan.

    Bimbingan Teknis Drainase dengan Tema “Inovasi Pengelolaan Sistem Drainase sebagai Sumber Energi Terbarukan aan Mitigasi Terhadap Ancaman Perubahan Iklim” adalah suatu wadah pengembangan Sumber Daya Manusia di bidang Pekerjaan Umum dan kawasan permukiman.

    Adapun tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah sebagai berikut:
    1. Memahami peran infrastruktur drainase dalam upaya adaptasi dan mitigasi bencana banjir terkait konsep climate resilient infrastructure
    2. Meningkatkan pengetahuan bagaimana Alternatif startegi pengembangan potensi energi terbarukan di jaringan irigasi dengan pembangkit listrik tenaga mikro hidro
    3. Mendapatkan pemahaman bagaimana langkah mitigasi kota batu antisipasi bencana banjir di hulu sungai brantas
    4. Mengetahui salah satu bentuk implementasi penggunaan sistem drainase atau irigrasi sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro yaitu Universitas Muhamaddiyah Malang

    Dalam kesempatan ini telah turut hadir beberapa narasumber yang akan memberikan materi yaitu dari Pusat Penerapan Dan Pekajian Energi Baru Terbarukan (P3EBT) UMM, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Batu serta moderator dari Biro AP Sekretariat Daerah Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur.

    Harapannya dari kegiatan ini semua hadir bisa memanfaatkan untuk menambah pengetahuan dan pengalaman dalam upaya meningkatkan pemahaman pelaksanaan 5 (Lima) Pilar Pembangunan Perumahan Kawasan Permukiman yang aman dan berkekanjutan sesuai dengan visi Indonesia Emas 2045 sebagai Negara Nusantara yang Berdaulat, Maju dan Berkelanjutan sehingga mendapatkan hasil sesuai dengan yang diharapkan.

    Dengan mengucapkan Bismillah hirrohmaanirrohim, bersama ini acara Bimbingan Teknis Drainase dengan Tema “Inovasi Pengelolaan Sistem Drainase sebagai Sumber Energi Terbarukan Dan Mitigasi Terhadap Ancaman Perubahan Iklim”, resmi dibuka dan dimulai.(EH.053)