Safari Honai TNI di Wuloni: Borong Hasil Tani

0
232

Rajut Cinta Tanah Papua

 

PUNCAK, Cakrayudha-Hankam.com – Udara sejuk pegunungan tengah Papua kembali menjadi saksi kehangatan hubungan antara prajurit TNI dan masyarakat. Pada Selasa, 15 Juli 2025, personel Satgas Yonif 700/Wira Yudha Cakti dari Pos Wuloni yang dipimpin oleh Sertu Tono, melaksanakan kegiatan Safari Honai di Kampung Wuloni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak.

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi komunikasi sosial (komsos) yang dirancang untuk membangun hubungan emosional yang kuat serta menciptakan suasana aman, damai, dan penuh kekeluargaan di tengah masyarakat. Melalui pendekatan yang humanis, para prajurit TNI terus menunjukkan bahwa mereka adalah bagian dari rakyat dan hadir untuk mengayomi serta membantu.

Senyum, Sapa, dan Kepedulian yang Tulus
Safari Honai diawali dengan kunjungan dari rumah ke rumah. Para prajurit menyapa hangat setiap warga — dari mama-mama yang menyambut ramah, bapak-bapak yang bersahaja, hingga anak-anak yang menyambut dengan tawa riang. Suasana penuh keakraban terasa kental, tanpa ada jarak atau sekat antara tentara dan masyarakat.

Salah satu momen yang paling berkesan terjadi saat para prajurit memborong hasil kebun mama-mama Papua — seperti bayam, ubi, dan daun singkong. Tak hanya membeli, mereka juga membantu mengemas dan memanggul hasil panen tersebut, semua dilakukan dengan senyum tulus.

“Kami datang bukan hanya untuk patroli, tapi juga untuk mendengar, menyapa, dan memberi manfaat. Memborong hasil tani ini adalah bentuk penghormatan kami atas kerja keras mama-mama Papua,” tutur Sertu Tono dengan penuh rasa haru.

Kegiatan ini menjadi cermin dari semangat pengabdian TNI yang tak hanya menjaga wilayah, tetapi juga menebar kebaikan, membangun kepercayaan, dan mempererat rasa persaudaraan di tengah masyarakat perbatasan.

Pendekatan Humanis TNI, Dampak Nyata untuk Warga
Danpos Wuloni, Lettu Inf I Made Mertiana, menegaskan bahwa safari honai adalah bagian dari pendekatan dua arah yang rutin dilakukan Pos Wuloni. Dengan cara ini, TNI ingin menunjukkan bahwa keamanan dibangun bersama melalui kepercayaan dan komunikasi yang setara.

“Ketika masyarakat merasa didengar dan dihargai, mereka akan terbuka dan ikut menjaga situasi kamtibmas. Di sisi lain, kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga, ” jelas Danpos.

Membangun Kepercayaan, Menyulam Persaudaraan
Dari dokumentasi yang ada, terlihat interaksi yang sarat kekeluargaan. Ada gelak tawa, candaan ringan, hingga momen penuh kehangatan ketika prajurit duduk berdampingan berbagi cerita. Bendera Merah Putih berkibar tegak di Kampung Wuloni, bukan karena kewajiban, tetapi karena rasa percaya dan cinta pada NKRI yang tumbuh dari hati rakyat.

TNI: Lebih dari Penjaga Perbatasan
Melalui kegiatan ini, Satgas Yonif 700/Wira Yudha Cakti menegaskan komitmennya: menjadi sahabat rakyat Papua, bukan sekadar penjaga wilayah. Dengan pendekatan kemanusiaan, mereka hadir menyatu dengan denyut nadi kehidupan masyarakat, menjembatani harapan, dan menyemai damai di ujung timur Indonesia.

Authentication:
(Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)