Saat TNI dan Rakyat Satu Meja

    0
    62

    Hangatnya Makan Bersama di Nduga Jadi Obor Harapan Atasi Gizi Buruk

     

    NDUGA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah udara dingin Pegunungan Papua, kehangatan tidak hanya berasal dari sinar matahari, tetapi juga dari semangat kebersamaan yang berkobar di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga. Pada Selasa (13/5/2025), Satgas Yonif 400/Banteng Raiders melaksanakan program “Makan Bersama Masyarakat dengan TNI.” Inisiatif sederhana namun bermakna ini menggabungkan pangan, persaudaraan, dan harapan untuk masa depan yang lebih sehat bagi anak-anak Papua.

    Kegiatan ini lebih dari sekadar berbagi makanan; ia menjadi momen kemanusiaan yang menyatukan hati prajurit dan masyarakat. Tokoh agama seperti Pendeta Yohanes, serta para tetua adat dan pemimpin komunitas, hadir sebagai saksi bahwa di meja makan yang sama, tidak ada batasan, hanya rasa saling peduli dan keinginan untuk maju bersama.

    Suapan Penuh Harapan
    Letkol Inf Gunawan Nurbathin, Komandan Satgas Yonif 400/Banteng Raiders, menekankan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap masalah stunting dan gizi buruk yang masih menjadi tantangan besar di daerah pedalaman Papua.
    “Setiap suapan tidak hanya memberikan kenyang, tetapi juga menyampaikan pesan: kami hadir, peduli, dan siap berjalan bersama masyarakat Papua menuju masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

    Selain itu, program ini dirancang untuk mendorong aktivitas ekonomi lokal dan menjangkau wilayah-wilayah terpencil, bahkan di zona rawan konflik, guna memastikan bantuan makanan bergizi dapat sampai kepada mereka yang paling membutuhkan—terutama anak-anak dan pelajar di daerah tersebut.

    TNI: Solusi Nyata, Bukan Hanya Penjaga
    Panglima Koops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif ini. Ia menilai bahwa program “Makan Bersama” menunjukkan bahwa TNI tidak hanya berperan sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai penjaga harapan bagi masyarakat.

    Makan bersama merupakan simbol kekeluargaan. Di momen ini, kepercayaan terjalin, dan dari sinilah perubahan besar dapat dimulai. Program ini tidak hanya bertujuan untuk mengenyangkan, tetapi juga untuk memberikan kehidupan, ujar Mayjen Lucky.

    Ia menekankan bahwa upaya mengatasi masalah gizi buruk dan stunting adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan Papua yang lebih sehat dan sejahtera. TNI, menurutnya, hadir tidak hanya dengan senjata, tetapi juga dengan hati dan tindakan nyata.

    Satu Meja, Satu Harapan
    Di tengah tantangan yang berat, program ini menjadi oase kemanusiaan, sebuah langkah sederhana yang langsung menyentuh hati masyarakat. Meja makan menjadi simbol kesetaraan. Makanan yang dibagikan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga untuk menumbuhkan harapan.

    TNI dan masyarakat berkumpul bukan untuk membahas strategi militer, melainkan untuk menegaskan satu hal: masa depan anak-anak Papua adalah perjuangan bersama. Di tanah Papua yang indah ini, tidak ada kekuatan yang lebih besar daripada kasih yang dibagikan dari satu piring ke piring lainnya.

    Sumber:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)