Saat Pasar Jadi Panggung Kepedulian

    0
    51

    Prajurit TNI Borong Hasil Tani Mama Papua di Beoga

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di balik kabut dingin pegunungan Papua, hari ini Distrik Beoga terasa lebih hangat. Kehangatan ini bukan hanya disebabkan oleh sinar matahari yang muncul perlahan, tetapi juga oleh kehadiran prajurit TNI dari Satgas Yonif 732/Banau Pos Kotis Beoga, yang membawa semangat positif di tengah keramaian pasar tradisional yang diadakan dua kali seminggu.

    Pada Kamis, 5 Juni 2025, masyarakat Beoga merasakan suasana yang berbeda. Dipimpin oleh Lettu Inf Arief Subekti, sejumlah personel TNI berbaur dengan warga setempat, membeli hasil pertanian lokal, sayur mayur segar, buah-buahan, dan rempah-rempah yang ditata rapi oleh para mama Papua di atas terpal dan tikar sederhana.

    Inisiatif ini bukan sekadar transaksi ekonomi, melainkan juga merupakan wujud nyata dari semangat humanisme prajurit TNI. Mereka tidak hanya datang dengan senjata, tetapi juga dengan kasih sayang, kepedulian, dan niat tulus untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

    Personel Satgas Pos Beoga Yonif 732/Banau hadir di pasar tidak hanya untuk berbelanja, tetapi juga untuk mempererat hubungan dengan masyarakat dan mendukung perekonomian lokal. Ini merupakan wujud komitmen kami dalam menjaga kehidupan, bukan sekadar keamanan, ungkap Dansatgas Yonif 732/Banau.

    Warga menyambut kegiatan ini dengan semangat. Salah satu pedagang perempuan tampak terharu ketika hasil pertaniannya diborong oleh para prajurit. “Saya sangat senang, biasanya barang sulit terjual. Namun hari ini semuanya laku, tentara datang berbelanja dan tertawa bersama kami,” katanya dengan senyuman lebar.

    Kegiatan ini mencerminkan bahwa TNI adalah bagian dari masyarakat. Melalui pendekatan yang hangat dan bersahabat, mereka menjembatani harapan-harapan kecil di tengah tantangan yang ada.

    Pangkoops Habema, Mayjen TNI Luky Avianto, memberikan penghargaan yang tinggi terhadap inisiatif ini. Ia menegaskan, “Tugas kami tidak hanya berkaitan dengan pertahanan, tetapi juga dengan kemanusiaan. Di Beoga, para prajurit menunjukkan bahwa TNI hadir untuk menjaga kepentingan rakyat dan menjadi jembatan harapan di tengah keterbatasan.”

    Peristiwa yang berlangsung di pasar Beoga hari ini mungkin terlihat sepele, tetapi memiliki makna yang mendalam: tentara dapat berperan sebagai pelindung sekaligus teman, menjaga batas wilayah sambil memperkuat hubungan sosial. Di tengah Papua, para prajurit tidak hanya tampil dengan gagah, tetapi juga mampu menyentuh hati masyarakat.

    Sumber:
    (Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono – Dansatgas Media HABEMA/Red-033)