Saat Gula Menjadi Jembatan Harapan

    0
    64

    Manisnya Kebangkitan dari Puncak Papua

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah dinginnya pegunungan dan lokasi yang terpencil, Kampung Wako di Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua, merasakan kehangatan yang luar biasa. Pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei 2025, Satgas Yonif 700 melalui Pos Kodim Persiapan tidak hanya memberikan bantuan logistik, tetapi juga menyampaikan pesan tentang kebangkitan, harapan, dan kepedulian yang nyata.

    Tanpa adanya upacara megah atau seremoni yang mewah, yang terlihat hanyalah senyum tulus para prajurit dan sebungkus gula sederhana yang sangat berarti. Bagi masyarakat Kampung Wako, gula tersebut bukan sekadar pemanis, melainkan simbol nyata kehadiran negara, bahkan di daerah yang paling terpencil sekalipun.

    Anak-anak berlarian menyambut kedatangan para prajurit, dengan mata yang bersinar penuh kebahagiaan. Para orang tua juga menyambut mereka dengan pelukan hangat dan doa-doa yang penuh haru. “Ini bukan sekadar pembagian logistik,” kata Letda Inf Herman, Danpos Koper, dengan mata yang berkaca-kaca. “Ketika kami melihat mata mereka bersinar, kami menyadari bahwa yang mereka butuhkan bukan hanya barang, tetapi juga perhatian. Mereka ingin merasakan bahwa negara ini masih peduli.”

    Komandan Satgas Yonif 700, Letkol Inf Heraldo Tabasonda, menekankan bahwa Hari Kebangkitan Nasional harus dirasakan secara merata, bahkan hingga ke pelosok-pelosok yang paling terpencil. “Semangat kebangkitan harus meresap ke dalam setiap hati anak bangsa, termasuk saudara-saudara kita di Papua. Kita membangun persatuan dan harapan dari hal-hal kecil yang langsung menyentuh kehidupan mereka,” tegasnya pada Rabu (21/05/2025).

    Pangkoops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, memberikan apresiasi yang tinggi. Ia menegaskan bahwa inilah wajah sejati prajurit di Papua, yang bukan hanya berfungsi sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai penjaga harapan.

    “Setiap butir gula adalah jembatan persaudaraan. Setiap senyuman yang terukir adalah fondasi bagi masa depan Papua yang damai dan sejahtera. TNI akan selalu hadir, baik dalam suka maupun duka,” ujarnya.

    Kisah dari Kampung Wako ini mengingatkan kita bahwa semangat Kebangkitan Nasional bukan sekadar slogan. Semangat tersebut hidup dan berdenyut dalam tindakan-tindakan kecil yang memberikan dampak besar. Di puncak Papua, gula berubah menjadi pelukan harapan, dan senyuman menjadi simbol bahwa kebangkitan bangsa benar-benar berakar dari rakyat.

    Autentikasi:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)