Rosita Satgas Yonif 500/Sikatan

0
1044
Satgas Yonif 500 Borong Hasil Tani Warga

Borong Hasil Tani, Angkat Ekonomi Warga Sugapa

 

INTAN JAYA, Cakrayudha-hankam.com – Suasana hangat menyelimuti TK Koper dan TK Mamba Kotis, Minggu (24/8/2025), saat prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan hadir memborong hasil tani masyarakat untuk kemudian dipasarkan ke Pasar Sugapa.

Program ini dikenal dengan nama Rosita (Borong Hasil Tani), sebuah inisiatif yang dirancang untuk meringankan beban warga yang biasanya harus berjalan kaki jauh menuju pasar. Dengan Rosita, sayur dan buah lokal terserap langsung, sementara warga bisa segera merasakan manfaat ekonominya tanpa meninggalkan kampung.

Meringankan Beban, Menumbuhkan Semangat
Bapel TK Mamba, Sertu Sulung Panji, mengatakan Rosita menjadi wujud nyata sinergi antara TNI dan masyarakat. “Kami hadir dengan cara sederhana, tapi manfaatnya langsung dirasakan. Warga tidak perlu berjalan jauh ke Pasar Sugapa. Hasil kebun tetap laku, dan mereka semakin bersemangat mengolah lahan,” ujarnya.

Warga Sambut dengan Sukacita
Senyum sumringah warga tampak ketika hasil kebun mereka dibeli Satgas. “Kami senang sekali, tidak perlu lagi jalan jauh ke pasar. TNI betul-betul peduli dengan kami,” ungkap seorang warga.

Kehangatan itu menciptakan suasana kekeluargaan. Satgas Yonif 500/Sikatan hadir bukan hanya sebagai penjaga perbatasan, melainkan juga sahabat yang peduli dengan kesejahteraan rakyat kecil.

Lebih dari Sekadar Tugas Keamanan
Program Rosita membuktikan kehadiran TNI di Papua dengan pendekatan humanis. Aksi ini selaras dengan pesan Pangkoops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, bahwa TNI tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga hadir untuk merangkul dan menumbuhkan harapan rakyat.

Bagi masyarakat Intan Jaya, Rosita bukan sekadar program, melainkan simbol nyata kebersamaan. Melalui inisiatif sederhana ini, Satgas Yonif 500/Sikatan terus meneguhkan komitmen menghadirkan kesejahteraan, memperkuat persatuan, dan menumbuhkan asa di Tanah Papua.

Authentication:
(Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)