ROSITA di Tanah Intan

    0
    93

    TNI Borong Harapan, Petani Papua Tersenyum

     

    INTAN JAYA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah hutan pegunungan yang sepi dan keras, sekelompok prajurit hadir bukan hanya dengan senjata, tetapi juga dengan harapan. Mereka adalah anggota Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan, yang melalui program inovatif bernama ROSITA (Borong Hasil Petani), memberikan dukungan kepada petani lokal di Intan Jaya. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 8 Mei 2025.

    Bertempat di TK Mamba Kotis dan dipimpin oleh Sertu Nafil bersama 10 personel lainnya, aksi ini lebih dari sekadar kegiatan sosial biasa. Ini adalah wujud cinta dalam tindakan—cinta kepada tanah Papua dan kepada masyarakatnya.

    Para prajurit ini menyaksikan, mendengar, dan merasakan langsung beban yang ditanggung oleh para petani. Setiap hari, mereka harus melewati jalur berbahaya menuju Pasar Tradisional Sugapa hanya untuk menjual hasil panen mereka. Jalur tersebut tidak hanya panjang, tetapi juga penuh dengan risiko.

    Dengan demikian, lahirlah ROSITA, sebuah inisiatif sederhana yang membawa perubahan signifikan. Alih-alih membiarkan para petani berjuang sendirian, prajurit Yonif 500/Sikatan secara langsung membeli hasil pertanian warga di desa. Sayuran segar, umbi-umbian, dan buah-buahan lokal berpindah tangan tanpa perantara. Namun, lebih dari sekadar transaksi, inisiatif ini juga menyebarkan harapan dari satu hati ke hati lainnya.

    “Ini bukan sekadar transaksi, melainkan sebuah ikatan kasih,” kata Letkol Inf Danang Rahmayanto, S.I.P., M.M., Dansatgas Yonif 500/Sikatan. “Kami hadir untuk menjadi bagian dari solusi. Kami ingin para petani tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga hidup dengan layak dan bermartabat.”

    Sertu Nafil, yang menjadi penggerak utama kegiatan ini, tidak dapat menyembunyikan rasa harunya. “Kami mungkin membeli hasil panen mereka, tetapi sebenarnya kami menerima lebih: senyuman tulus, rasa percaya, dan pelajaran tentang ketulusan,” ujarnya dengan mata yang berbinar.

    Hasil bumi yang dibeli tidak disia-siakan. Di dapur Kotis, hasil tersebut diolah menjadi hidangan bersama yang tidak hanya memperkuat fisik para prajurit, tetapi juga mempererat rasa kebersamaan antara TNI dan masyarakat.

    Pangkoops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, memberikan apresiasi yang mendalam terhadap inisiatif ini. “ROSITA bukan sekadar program. Ini adalah jembatan kemanusiaan. Inilah jati diri TNI yang hadir tidak hanya untuk menjaga, tetapi juga untuk menyembuhkan, menumbuhkan, dan menghidupkan harapan,” tegasnya dengan semangat.

    Di tengah keterbatasan dan tantangan yang dihadapi wilayah Intan Jaya, ROSITA bersinar seperti lilin kecil dalam kegelapan, menerangi hati para petani dan membuktikan bahwa TNI bukan hanya penjaga batas wilayah, tetapi juga penjaga jiwa-jiwa yang berjuang.

    Autentikasi:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)