Reni Astuti Anggota Komisi X DPR RI : MPLS 2026 Pentingnya Orang Tua Bersinergi Dengan Sekolah

0
15

Surabaya || Cakrayudha_hankam.com – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 menjadi momentum krusial bagi dunia pendidikan Indonesia, khususnya anak-anak siswa baru untuk lebih mengenal lingkungan sekolah.

Reni Astuti Anggota Komisi X DPR RI dari PKS memberikan perhatian khusus terhadap fase transisi para siswa baru. Sebagai legislator yang menaruh perhatian penuh pada kualitas sumber daya manusia, lulusan doktoral Universitas Airlangga (Unair) ini menempatkan masalah pendidikan sebagai isu yang sangat krusial.

Berdasarkan potret situasi pendidikan terkini, ketimpangan akses dan tantangan teknis penerimaan peserta didik baru masih membayangi awal tahun ajaran, tidak terkecuali di wilayah Jawa Timur.

Meskipun Jatim menunjukkan grafik indikator kesejahteraan yang relatif baik secara nasional, Reni menekankan bahwa pekerjaan rumah (PR) di sektor pendidikan dasar dan menengah tidak boleh diabaikan.

Isu seputar pemerataan kualitas sekolah, keterbatasan kuota daya tampung sekolah negeri, hingga pemenuhan fasilitas bagi sekolah inklusi masih menjadi aduan yang kerap berulang di daerah pemilihannya, Jatim I (Surabaya-Sidoarjo).

Politisi PKS ini menegaskan, momentum MPLS bukan sekadar seremoni penyambutan siswa baru, melainkan alarm bagi pemerintah daerah (pemda) untuk menyisir kembali anak-anak usia sekolah di wilayah mereka yang belum terakomodasi di bangku sekolah.

“Memasuki tahun ajaran 2026/2027 ini, harapan kita semua harus bulat. Yakni, tidak boleh ada lagi kasus anak tidak bisa sekolah. Pendidikan adalah hak paling mendasar bagi setiap anak Indonesia,” ujar Reni, Senin (13/7/2026).

Ia mendesak pemda di tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi untuk memastikan seluruh warganya mendapatkan akses layanan pendidikan terbaik.

Pemda dituntut proaktif melakukan validasi data di lapangan guna menjamin program wajib belajar 13 tahun berjalan maksimal tanpa ada anak yang tercecer akibat kendala ekonomi maupun zonasi.

Reni mengajak mengajak seluruh siswa baru untuk melangkah ke gerbang sekolah dengan rasa syukur, percaya diri, dan penuh kegembiraan, dan menjadikan sekolah sebagai ruang bertumbuh.

“Pelajari lingkungan baru dengan positif, jalin pertemanan yang sehat, dan gantungkan cita-cita setinggi mungkin,” Kata Reni.

Tak kalah penting, Reni mengingatkan agar MPLS harus menjadi ruang yang aman dan menyenangkan.

Tidak boleh ada tempat untuk segala bentuk perundungan, baik secara fisik maupun verbal.

Kepada para orang tua, Reni mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan anak memerlukan sinergi erat dan tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada pihak sekolah saja.

“Kolaborasi dan komunikasi yang harmonis antara orang tua dan guru adalah kunci utama. Dampingi tumbuh kembang anak dengan penuh kesabaran, terutama di tengah tantangan era digital saat ini. Kehadiran emosional orang tua di rumah akan menjadi jangkar karakter anak saat mereka berinteraksi di luar rumah,” pungkas Reni. (red-Git)