Rekaman CCTV SY Meninggal Terjatuh Saat Dibonceng Pacar, Korban Sempat Ditinggalkan di TKP

    0
    102

    Medan Sumatera Utara,(Cakrayudha-hankam.com) – SY (25), seorang gadis asal Medan, Sumatera Utara meninggal dunia, karena diduga terjatuh dari sepeda motor saat berboncengan oleh pacarnya bernama AS (23).

    Kematian SY membuat pihak keluarga curiga dan melaporkannya ke polisi.

    Polisi kemudian menggali kuburan (ekshumasi) SY di taman pemakaman umum (TPU) Kecamatan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Rabu (5/6/2024).

    Ekshumasi dilakukan lantaran keluarga menduga SY menjadi korban pembunuhan.

    Peristuwa yang dialami SY terjadi di kawasan Pasar IV Mabar, Kecamatan Medan Deli, pada Minggu (26/5/2024) sekira pukul 21.00 WIB.

    Peristiwa maut itu sempat terekam kamera pengawas CCTV yang terpasang di lokasi kejadian.

    Awalnya terekam korban dan pacarnya melintas di lokasi kejadian dengan mengendarai motor Honda Scoopy.

    Saat itu motor dikendarai oleh kekasih korban, AS melaju dengan kecepatan sedang. Tiba-tiba korban yang duduk di jok belakang tampak lemas dan terjatuh dari atas motor.

    Saat itu sang pacar terus melaju mengendaraii motor meninggalkan korban tergeletak dalam kondisi tak berdaya dan terlihat kesakitan.

    Kemudian terekam AS kembali ke lokasi lalu mengangkat korban dan menyandarkannya ke sepeda motor. Tak lama sejumlah warga yang melintas di lokasi tersebut menaikkan korban ke atas motor pacarnya.

    Mereka kemudian meninggalkan lokasi dan korban terlihat menahan sakit.

    Abang kandung korban, Yudhi Kriestian, mengatakan bahwa dirinya telah melihat rekaman CCTV tersebut.

    “Kami dapat CCTV nya. Di CCTV itu saya lihat adik saya katanya melompat, namun saya lihat tidak melompat, tapi seperti tak berdaya, ditolak atau disikut. Adik saya ini jatuh, kok dia (pacarnya) jalan terus tidak berhenti,” kata Yudhi, Rabu (5/6/2024).

    Ia dan keluarga berharap, dengan adanya skshumasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian bisa mengetahui penyebab pasti kematian korban.

    “Harapan saya, semoga kami pihak keluarga bisa secepatnya mengetahui penyebab pasti meninggalnya adik saya,” sebutnya.

    Dikabari oleh pacar sang adik
    Rini Aprilla, kakak ipar SY, mengatakan, awalnya dia mendapat informasi SY tewas dari pacar SY, yakni AS, pada Minggu (26/5/2024), sekitar pukul 23.00 WIB.

    Saat itu, AS mendatangi rumah Rini di Jalan Veteran Pasal 7, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.

    “AS ngabarin kami, dia bilang dia bilang ke suami saya kalau SY sudah nggak ada, suami saya tanya kenapa nggak ada? Sudah meninggal kata dia.”

    “Meninggal kenapa? Kata suami saya. Dia melompat dari sepeda motor,” ujar Rini saat ditanya wartawan di lokasi penggalian kubur.

    SY juga mengatakan jasad SY sudah berada di Rumah Sakit Sinar Husni, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang.

    Lalu, Rini dan suaminya pun mendatangi rumah sakit tersebut. Kemudian, jenazah dibawa ke rumah duka. Namun, saat jenazah dimandikan, keluarga SY melihat ada kejanggalan pada tubuh SY.

    “Setelah kami bawa ke rumah kami, memang nggak ada lecet di tubuh SY. Tapi di telinga sebelah kanannya berdarah, mulutnya berbuih dan ada (memar) merah di dada dan punggung SY,” kata Rini.

    Setelah jasad SY dimakamkan pada Senin (27/6/2024), pihaknya membuat laporan ke Polsek Medan Labuhan atas keganjilan pada tubuh SY.

    Keterangan berbelit-belit
    Rini mengatakan keterangan AS, kekasih adiknya dinilai berbelit-belit.

    Menurutnya selama ini SY bekerja sebagai baby sitter dan tinggal di rumah majikan. SY akan pulang ke rumah sebulan sekali.

    Di hari kejadian, korban dijemput AS dari rumah majikannya yang ada di Jalan Air Bersih, Kota Medan, pada Jumat (24/5/2024).

    Lalu AS mengajak SY ke rumahnya dengan alasan akan pergi ke pesta keluarga AS pada Sabtu (25/5/2024).

    “Makannya dia melompat dari sepeda motor (saat dalam perjalanan). Itu penjelasan AS, kepada kami. Tapi itu nggak mungkin SY melompat nggak mungkin, dia gak stres,” ujar Rini.

    Keluarga merasa janggal dengan keterangan AS karena belakangan majikan adiknya mengatakan SY akan akan kembali pada Minggu (26/5/2024).

    “SY nggak (mungkin) mau lompat dari sepeda motor, sementara (SY) chat sama majikannya mau pulang hari Minggu,” ungkap Riri.

    Lalu, pihak keluarga juga memeroleh rekaman CCTV di detik-detik SY diduga melompat. Menurut dia, berdasarkan pantauan CCTV, peluang SY luka parah kecil, sebab jalanan tidak beraspal.

    “Kami menduga dibunuh karena ada juga CCTV, kalau dia jatuh nggak kayak gini, nggak aspal (jalan nya) udah saya tengok. Dia juga (kondisinya) sehat gak ada riwayat penyakit,” ujar Rini.

    Hal senada juga diungkapkan kakak kandung korban, Yudhi Kriestian yang menyebut keterangan AS berubah-ubah.

    “Pacar nya ini bilang sama mamak, kalau SY ini tabrakan. Keterangannya plin plan antara tabrakan atau melompat,” sebut dia.

    Selain itu, katanya pihak keluarga juga menemukan adanya bekas luka dan membiru di tubuh korban.

    “Kejanggalan saya lihat sewaktu saya memandikannya. Pihak keluarga pun melihat dalam keadaan biru semua dan mulut mengeluarkan buih. Dugaan kami (korban) sengaja dibunuh,” ucap dia.

    Lebih lanjut, dia juga belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak rumah sakit tempat korban dibawa usai kejadian tersebut.

    “Adik saya ini tak ada sakit, sehat pas pergi dari rumah,” kata dia.

    Ia mengatakan adiknya sudah menjalin hubungan asmara dengan pacarnya selama enam tahun dan selama pacaran, keduanya kerap cekcok.

    “Sepengetahuan saya, mereka sering berantam. Anak majikan adik saya tahu, kalau adik saya sering dimaki sama pacarnya,” sebutnya.

    Ia menduga adiknya dalam kondisi hamil dan kematiannya ada unsur kesengajaan.

    “Kalau saya lihat, adik saya nggak seperti itu badannya. Mungkin iya (hamil), belum ada (keterangan medis), dugaan keluarga seperti itu,” kata dia

    Sementara itu Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Panggil Sarianto Simbolon mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan jenazah korban dari tim Forensik.

    Simbolon juga mengaku, belum bisa menyimpulkan penyebab pastinya kematian korban.

    “Karena yang bisa menentukan itu, apakah itu ada benturan atau bagaimana, itu dari pihak forensik,” sebutnya.

    Selain itu, Simbolon menyampaikan bahwa pihaknya juga telah memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di lokasi korban terjatuh.

    “CCTV juga sudah kita ambil, memang ada korban jatuh tapi kita nggak tahu apa sebelumnya ada terjadi pidana lain,” bebernya.

    Nantinya petugas juga akan melakukan pemeriksaan pada pacar korban yang memboncengnya.

    “Kita nggak bisa masuk ke yang diduga dulu (pacarnya), karena semua ada tahapan-tahapannya,” pungkasnya mengakhiri perbincangan bersama awak media.(Red)