Ratusan Pengacara Desak Polres Bone Tangkap Pelaku Penembakan Rudi S Gani

    0
    157
    SOLIDARITAS ADVOKAT: Pengacara di Kabupaten Bone saat audiensi dengan Kapolres Bone. Mereka mendesak Polres Bone segera mengusut tuntas kasus penembakkan yang menewaskan pengacara Rudi S Gani. [Foto: dok. Istimewa]

    BONE, Cakrayudha-hankam.com  – Ratusan advokat di Kabupaten Bone dan Kota Makassar, Kamis (2/1/2025), mendatangi Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Bone di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan.

    Ratusan pengacara tersebut meminta keadilan dan menuntut Polres Bone segera mengusut tuntas kasus penembakan yang menewaskan pengacara Rudi S Gani.

    Para pengacara itu mendesak Kapolres Bone, AKBP Erwin Syah, menindak tegas kasus penembakkan rekannya, dan meminta pelaku utama penembakan segera ditangkap.

    “Kami perwakilan advokat Kabupaten Bone mendatangi kantor Polres Bone untuk meminta kepada Kapolres Bone, AKBP Erwin Syah, untuk menuntaskan kasus yang menimpa rekan kami,” ujar Jusman, perwakilan advokat Bone.

    Jusman berharap, kasus penembakan yang menimpa pengacara Rudi S Gani tidak ada yang ditutup-tutupi dan terbuka untuk umum.

    “Pak Kapolres Bone juga berjanji kepada kami untuk menuntaskan kasus ini dan terbuka secara umum,” jelas Jusman.

    Selain itu, Jusman juga mengungkapkan bahwa sosok Rudi S Gani semasa hidup dikenal ramah dan suka menolong sesama.

    “Semasa hidupnya, beliau sangat akrab dengan para advokat yang ada di Bone, sehingga kami merasa kehilangan atas kepergian beliau,” tandas Jusman.

    Sebelumnya, pengacara bernama Rudi S Gani ditembak orang tak dikenal (OTK) saat dirinya sedang menantikan malam pergantian tahun bersama keluarga di Desa Pattuku Limpoe, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada Selasa (31/12/2024) pukul 22.30 Wita.

    Menurut informasi yang dihimpun, Rudi S Gani menghembuskan nafas terakhirnya setelah dua peluru bersarang di bagian wajahnya.

    Menanggapi hal tersebut, pihak keluarga Rudi S Gani mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku penembakan Rudi S Gani.

    “Kalau bisa secepatnya ditangkap itu pelakunya, biar tahu juga apa motifnya,” ujar Yuliana (34), salah seorang keluarga Rudi S Gani, Kamis (2/1/2025), seperti dikutip dari tribun-timur.com.

    Yuliana mengaku, kasus penembakan yang menewaskan Rudi S Gani baru pertama kalinya terjadi di Desa Pattuku Limpoe.

    Iyye barusannya ini terjadi di sini. Jadi kami sebagai keluarga merasa kaget juga dengan peristiwa ini. Tapi tidak mau berprasangka buruk atau menuduh siapa, karena selama hidup almarhum dikenal baik dan tidak ada musuh,” ucap Yuliana.

    Hal yang sama juga diungkapkan keluarga korban, Selvi (29), yang berharap pelaku penembakkan segera ditangkap oleh pihak berwajib.

    “Semoga segera ditangkap itu pelakunya, biar kami keluarganya bisa tenang kalau pelaku ditangkap,” tandas Selvi.

    Sebagai pengacara senior yang banyak menangani perkara, Rudi S Gani diketahui ingin merampungkan sebagian perkara kliennya sebelum libur tahun baru.

    Seharian pada Selasa (31/12/2024), Rudi S Gani melayani klien di Kota Watampone. Setelah menuntaskan agenda pada hari itu, Rudi kembali ke kampung halaman istrinya di Desa Pattuku Limpoe, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone. Dirinya tiba di rumah istrinya pada sore hari.

    Pada malam hari, sebelum terjadi penembakkan, Rudi masih sempat bercengkrama dengan keluarga. Namun, sebelum tertembak, diketahui terdapat suara mobil yang berhenti di depan rumah korban. Selang beberapa saat, bunyi letusan senjata terdengar.

    Hal tersebut diungkapkan Kasi Humas Polres Bone, Iptu Reyendra, seperti dilansir dari tribun-timur.com, Rabu (1/1/2024).

    “Selepas ledakan itu, Rudi kemudian tersungkur dengan luka tembakan pada bagian wajah. Kemudian, pelaku misterius langsung tancap gas meninggalkan lokasi,” ujar Iptu Reyendra.

    “Keluarga mereka kemudian membawa Rudi ke Puskesmas Lappariaja dalam keadaan terluka parah dan tak sadarkan diri,” jelasnya.

    “Setelah tertembak, korban dilarikan ke puskesmas, namun nyawanya tak terselamatkan,” tambahnya.

    Iptu Reyendra mengungkapka, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dalam peristiwa penembakkan tersebut. (Red-050)

     

    Sumber: TribunNewsmaker.com/ TribunTimur