Putra Mahkota Kutai Mulawarman Terima Layang Pangajen pada Prosesi Ngalungsur Jimat Mandala di Garut

0
75

Garut || Cakrayudha_hankam.com – Duli Yang Teramat Mulia Sripaduka Baginda M.M. Nala Indra Vachruca Dilaya, Putra Mahkota Maharaja Kutai Mulawarman, menerima Layang Pangajen dari Danghyang Tarumanegara dalam rangkaian prosesi adat dan budaya Ngalungsur Jimat Mandala Dipuntang yang diselenggarakan di Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Senin (15/6/2026).

Layang Pangajen bernomor 1140-LP-DT-1506-2026 tersebut diserahkan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian Sripaduka Baginda dalam mendukung pelestarian warisan budaya Nusantara, khususnya nilai-nilai luhur yang berkembang di kawasan Parahyangan.

Dalam naskah penghargaan yang dibacakan pada prosesi tersebut, Dewan Pancanegara Diraja Nusantara menyampaikan apresiasi kepada Sribaduga Maharaja Muda Nala Indra Vachruca Dilaya atas darma bakti, dedikasi, dan kesetiaannya dalam memelihara, menghormati, serta memajukan pusaka budaya yang menjadi bagian dari khazanah peradaban Nusantara.

Penganugerahan Layang Pangajen dilaksanakan dalam suasana khidmat yang sarat nilai spiritual dan budaya. Prosesi diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta penghormatan terhadap nilai-nilai tradisi dan kearifan leluhur yang hidup dalam masyarakat Tatar Sunda.

Layang Pangajen tersebut ditetapkan di Mandala Dipuntang pada 15 Juni 2026 dan ditandatangani oleh YPM. Dr. (H.C.) Haryang Cepi S. Kusuma, S.Pd., selaku Yang Dipertuan Dewan Pancanegara Diraja Nusantara yang juga dikenal dengan gelar adat Danghyang Tarumanegara.

Tanggapan Putra Mahkota

Usai menerima penghargaan, Sribaduga Maharaja Muda Nala Indra Vachruca Dilaya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan.

“Saya menghaturkan sembah sujud dan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Danghyang Tarumanegara serta seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan dan penghargaan ini. Amanah untuk turut menjaga, melestarikan, dan memajukan warisan budaya Nusantara akan saya emban dengan penuh tanggung jawab, adab, dan kesetiaan,” ujarnya.

Menurutnya, penghargaan tersebut bukan hanya menjadi bentuk apresiasi pribadi, melainkan juga pengingat akan pentingnya menjaga kesinambungan nilai-nilai budaya sebagai bagian dari identitas bangsa.

Prosesi Ngalungsur Jimat Mandala Dipuntang turut dihadiri para tokoh adat, budayawan, pemangku tradisi, serta perwakilan keraton dan lembaga adat dari berbagai daerah di Nusantara. Kegiatan berlangsung dengan diiringi doa-doa adat, tetabuhan tradisional, serta berbagai rangkaian ritual budaya yang mencerminkan penghormatan terhadap warisan leluhur.

Melalui momentum tersebut, para peserta menegaskan pentingnya menjaga dan merawat keberagaman budaya Nusantara sebagai perekat persatuan bangsa sekaligus warisan yang harus diteruskan kepada generasi mendatang. (red051)