Proyek Ruang Kelas SDN Petahunan Disorot, Dugaan Penggunaan Bata Bekas dan Pemasangan Kolom Dipertanyakan

0
47

PASURUAN || Cakrayudha_hankam.com – Pekerjaan pembangunan atau rehabilitasi ruang kelas di SDN Petahunan, Kota Pasuruan, menjadi sorotan menyusul dugaan penggunaan kembali bata merah bekas bongkaran dan penerapan metode pemasangan kolom dengan sistem suntikan.

Dugaan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian material dan metode pengerjaan dengan spesifikasi teknis proyek. Namun, kepastian terkait hal itu masih memerlukan pemeriksaan langsung di lapangan.

Selain penggunaan material, sejumlah aspek teknis turut menjadi perhatian, di antaranya kedalaman penyuntikan kolom untuk menopang ring balok serta metode pemasangan kayu kusen jendela menggunakan sistem tonjokan.

Penilaian terhadap aspek tersebut perlu mengacu pada dokumen perencanaan, spesifikasi teknis, dan hasil pemeriksaan tenaga ahli yang berkompeten.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, Siti Rochana, menyatakan akan melakukan konfirmasi kepada pejabat bidang terkait dan kepala sekolah.

“Akan kami konfirmasi dengan Kabid Dikdas dan KS-nya,” ujar Siti Rochana saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (10/10/2026).

Pernyataan tersebut menjadi tanggapan awal dari pihak dinas. Adapun penjelasan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pekerjaan, spesifikasi material, dan metode konstruksi masih perlu diperoleh dari pihak-pihak terkait, termasuk kepala sekolah, pelaksana proyek, serta pengawas pekerjaan.

Untuk memastikan persoalan ini secara objektif, pemeriksaan teknis diperlukan guna mengetahui apakah material dan metode pengerjaan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jika ditemukan ketidaksesuaian, pihak terkait diharapkan melakukan perbaikan atau mengambil tindakan sesuai aturan.

Hingga terdapat hasil pemeriksaan dan keterangan lengkap dari pihak terkait, dugaan penggunaan bata bekas dan persoalan pemasangan kolom tersebut belum dapat disimpulkan sebagai pelanggaran.

Hingga narasi pemberitaan ini di unggahkan, belum ada tanggapan resmi dari kepala sekolah SDN Petahunan, maupun kontraktor atau pelaksana proyek mengenai material dan metode pengerjaan yang digunakan.

Transparansi informasi dan klarifikasi dari seluruh pihak diperlukan untuk memastikan kualitas bangunan serta keselamatan siswa dan tenaga pendidik. (RMT⁷/Hsn)