Proyek Minim Rambu Keselamatan, Warga Jadi Korban Lagi

0
335

PASURUAN, Cakrayudha-hankam.com — Proyek pengecoran jalan di kawasan Tambak Rejo–Sidogiri kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat. Minimnya pemasangan rambu-rambu keselamatan di lokasi pekerjaan diduga menjadi penyebab terjadinya kecelakaan tunggal yang menimpa seorang pengendara motor pada Kamis (4/12/2025) sekitar pukul 18.00 WIB.

Korban bernama Dona (18), warga Jalan Halmahera Gang 9B, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Ia mengalami kecelakaan tunggal saat melintas di area Sungiwetan, Dusun Suko, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, tepat di depan pabrik pelet kayu NIA. Motor yang dikendarainya terjatuh setelah menabrak bagian pengecoran jalan yang terputus dengan selisih ketinggian sekitar 10 cm tanpa adanya tanda atau rambu peringatan apa pun.

Usai kejadian, korban yang terkapar langsung dilarikan warga ke RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan untuk mendapatkan perawatan medis.

Warga sekitar mengakui bahwa peristiwa serupa bukan pertama kali terjadi. “Dalam sehari bisa sampai tiga kali orang jatuh di sini. Karena tidak ada rambu-rambu. Tiba-tiba ada jalan terputus dan tingginya juga lumayan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi ini memicu keprihatinan masyarakat, mengingat proyek pembangunan jalan menggunakan anggaran cukup besar, tetapi tidak disertai kelengkapan keselamatan kerja di lapangan. Kurangnya rambu-rambu peringatan membuat pengguna jalan tidak siap menghadapi kondisi jalan yang berubah secara drastis.

Warga berharap pemerintah daerah maupun dinas terkait segera turun tangan. Mereka meminta kontraktor atau pelaksana proyek untuk menambah rambu-rambu lalu lintas serta memperhitungkan Analisis Dampak Lalu Lintas (Amdalalin) demi mencegah kecelakaan serupa terjadi lagi.

“Keselamatan dan kenyamanan di jalan adalah hak masyarakat. Jangan sampai proyek pemerintah justru membahayakan pengguna jalan,” tegas warga.

Insiden ini menjadi pengingat penting bahwa standar keselamatan proyek harus menjadi prioritas utama agar tidak terus memakan korban.
(RCM)