Iran,(Cakrayudha-hankam.com) – Pria asal Iran, Mehran Karimi Nasseri tinggal selama 18 tahun di bandara Charles de Gaulle, Paris, Prancis. Dia tinggal di bandara sampai meninggal pada November tahun lalu.
Menurut laporan BBC, pria kelahiran 1945 ini awalnya pergi ke Eropa untuk mencari ibunya. Dia diusir oleh pemerintah Iran setelah memprotes pemerintahan Reza Pahlevi saat kuliah di Inggris.
Sebelumnya, ia memiliki status pencari suaka di Belgia dan tinggal di sana pada tahun 1981. Pria ini pernah diusir dari Inggris, Belanda, dan Jerman karena tidak membawa dokumen imigrasi yang sah.
Pada tahun 1988, ia tiba di Bandara Prancis dengan tiket pesawat menuju London. Bersamanya, ia hanya membawa paspor dan uang sebanyak Rp7,5 juta.
Setelah tiba di Inggris, petugas imigrasi tidak mengizinkannya masuk ke negara tersebut. Karena itu, Nasseri diterbangkan kembali ke Paris.
Akhirnya, sejak tahun 1988, pria ini menjadikan terminal 2F Bandara Paris menjadi rumah barunya. Di sini pula dia mulai menulis tentang kehidupannya.
Kisahnya tinggal di Bandara Paris mendapatkan perhatian dari media internasional. Steven Spielberg, sutradara film Hollywood lalu mengangkat kisah Nasseri dalam film The Terminal yang dibintangi Tom Hanks.
Setelah film tersebut dirilis, Nasseri diwawancara enam wartawan setiap hari.
Pada tahun 1999, Prancis memberikan pria ini status suaka dan memperbolehkannya untuk menetap di Prancis. Namun, Nasseri tetap memilih untuk tinggal di Bandara Paris.
Dia tinggal di bandara sampai 2006, sebelum dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan. Pascapengobatannya, dia sempat tinggal di hostel menggunakan uang yang dia peroleh dari produksi film The Terminal.
Setelah dari hostel, dia kembali ke Bandara Paris dan menetap di sana. Di bandara itulah dia dinyatakan meninggal akibat serangan jantung tahun lalu.(Red)

