Presiden Prabowo Menginstruksikan Perusahaan Angkutan Online untuk Memberikan THR kepada Mitra Pengemudi 7 Hari Sebelum Lebaran

    0
    93

    JAKARTA, Cakrayudha-hankam.com – Instruksi ini disampaikan oleh Presiden Prabowo setelah mengadakan pertemuan dengan CEO PT Goto, Patrick Walujo, dan CEO Grab, Anthony Tan, bersama Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Senin (10/3/2025).

    “Perusahaan yang menyediakan layanan angkutan berbasis aplikasi diharapkan memberikan tunjangan hari raya (THR) Idul Fitri 1446 Hijriah kepada pengemudi dan kurir online dalam bentuk uang tunai, dengan mempertimbangkan tingkat keaktifan kerja,” ungkap Prabowo.

    Prabowo juga menyebutkan bahwa saat ini terdapat sekitar 250 ribu pengemudi dan kurir online yang aktif, sementara jumlah pekerja dengan status paruh waktu berkisar antara 1 hingga 1,5 juta.

    “Detail mengenai besaran dan mekanisme pemberian bonus hari raya ini akan disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan melalui surat edaran,” tambah Prabowo.

    Prabowo berharap kebijakan ini dapat memberikan kesempatan kepada para pengemudi ojek online (ojol) untuk merayakan libur, mudik, dan Idul Fitri dalam suasana yang baik.

    Sebelumnya, para pengemudi ojol melakukan demonstrasi untuk menuntut Tunjangan Hari Raya (THR). Mereka menginginkan agar pemerintah mendorong perusahaan untuk memperlakukan driver ojol layaknya karyawan biasa.

    Tuntutan para driver ojol yang berdemonstrasi di Patung Kuda pada Kamis (27/2/2025) telah diterima oleh Kantor Komunikasi Kepresidenan.

    Di sisi lain, Ketua Umum Garda Indonesia, Igun Wicaksono, memberikan apresiasi terhadap upaya pemerintah yang mendukung para aplikator dalam memberikan bonus hari raya.

    “Sudah sepatutnya driver ojol mendapatkan bonus yang layak untuk merayakan hari raya, mengingat keuntungan perusahaan aplikator berasal dari kerja keras para driver ojol,” ungkap Igun pada Senin (10/3/2025). (Red-033)