Kadisdik Kepri Sampaikan Dukacita atas Meninggalnya Siswi SMAN 2 Tanjungpinang

    0
    101

    Tanjungpinang,(Cakrayudha-hankam.com) – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kepri, Andi Agung ikut berdukacita atas meninggalnya seorang siswi SMAN 2 Tanjungpinang bernama Dinda.

    “Semoga anak kami ditempatkan di sisi Allah SWT. Keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan,” ucap Andi mengucap doa, Senin (15/7/2024).

    Andi mengaku telah membaca pemberitaan terkait kabar duka tersebut. Namun ia belum mendapat laporan resmi dari pihak sekolah.

    “Kalau berita ada saya baca. Namun, pastinya laporan dari sekolah belum diterima,” ucapnya.

    Lebih lanjut, Andi belum dapat berkomentar banyak terhadap kabar duka tersebut.
    “Nanti saya salah ngomong pula. Saya tunggu laporannya agar tahu kronologisnya seperti apa,” kat Andi.

    Sebelumnya diberitakan, seorang siswi SMAN 2 Tanjungpinang dikabarkan meninggal dunia saat akan mengikuti upacara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin.

    Siswi yang meninggal dunia diketahui bernama Dinda. Saat ini duduk di bangku kelas 2 atau 11.

    Ia meninggal dunia saat perjalanan menuju lokasi upacara di Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kepri.

    “Bukan saat upacara, tapi siswinya dalam perjalanan ke lokasi upacara. Jalan kaki dari sekolah,” ujar Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMA 2 Tanjungpinang, Mariyanto.

    Saat perjalanan, siswi tersebut jatuh pingsan. Kemudian, dalam perjalanan menuju puskesmas meninggal dunia.

    Jenazah Dinda telah dimakamkan di Pemakaman Anggrek Merah, Tanjungpinang usai ibadah Salat Ashar.

    Alasan Pihak Sekolah Gelar Upacara di Tempat Lain
    Pihak sekolah menjelaskan, alasan melaksanakan upacara Senin pagi sekaligus pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPSL) di Kantor Arsip dan Perpustakaan Kepri.

    Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMA 2 Tanjungpinang, Mariyanto mengatakan, dikarenakan sedang ada renovasi atau pembangunan yang dilakukan di sekolah.

    “Makanya kita pindahkan upacara di kantor arsip. Jaraknya juga sangat dekat dari sekolah,” sebutnya yang berada di rumah duka, Senin (15/7/2024).

    Ia menjelaskan, bahwa siswi bernama Dinda itu merupakan kelas 2 atau 11. Bukan siswa baru.

    “Kami luruskan juga, bukan siswa baru. Tapi siswa yang sudah duduk di kelas 2,” sebutnya.(Red)