Polisi Selidiki Peristiwa Pelajar Tewas Diduga Ditembak di Serdang Bedagai

    0
    112
    Ilustrasi seorang pelajar di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara, ditemukan tewas diduga usai ditembak. [Foto: Istockphoto/Katarzyna Bialasiewicz]

    SERDANG BEDAGAI, (Cakrayudha-hankam.com) – Seorang pelajar di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara, ditemukan tewas diduga usai ditembak. Saat ini, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.

    Informasi yang dihimpun awak media menyebutkan, peristiwa pelajar tewas diduga kena tembak tersebut, terjadi di Jalinsum, tepatnya di depan Pabrik PTPN IV Adolina, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Sergai, pada Minggu (1/9/2024) sekitar pukul 04.30 WIB.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Kepolisian Resor (Polres) Sergai, Ipda Nauli Siregar, mengatakan korban berinisial MA (13) tewas usai dua kali terkena tembakan.

    Ipda Nauli mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di Jalinsum, tepatnya di depan Pabrik PTPN IV Adolina, Kecamatan Perbaungan, pada Minggu (1/9/2024) pagi sekira pukul 04.30 WIB.

    Berdasarkan keterangan teman korban yang juga saksi mata, kejadian berawal saat korban bersama teman-temannya mendatangi salah satu hotel di Kabupaten Deli Serdang dengan membawa senjata tajam.

    Setelah itu, mereka kembali ke arah Perbaungan. Lalu mereka mendengar suara tembakan beberapa kali.

    “Sesampainya di depan Masjid Muttaqin Lingkungan Pasiran, terdengar suara tembakan sebanyak dua kali dari mobil Avanza warna hitam yang tidak diketahui identitasnya. Kemudian, sampai eks TK Adolina terdengar suara tembakan sebanyak empat kali dan ditembakkan ke arah kebun sawit,” kata Ipda Nauli saat dikonfirmasi, mengutip Detik.com, Minggu (1/9/2024).

    Menurut Ipda Nauli, setibanya di depan Pabrik PTPN IV Adolina, korban ditembak sebanyak dua kali. Setelah itu, korban tersungkur ke dalam parit.

    Selanjutnya, korban dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Sawit Indah Perbaungan menggunakan mobil yang saat itu tengah melintas. Selang beberapa waktu, korban dinyatakan meninggal dunia.

    Ipda Nauli mengatakan, kepolisian baru menerima informasi tersebut sekira pukul 07.00 WIB. Setelah menerima informasi, pihak kepolisian langsung menuju rumah sakit, dan menemukan bekas luka di punggung dan dada korban yang diduga berasal dari penembakan.

    “Petugas telah melakukan olah TKP (tempat kejadian peristiwa) dan menemukan dua selongsong peluru dengan tulisan PIN, serta sepeda motor di dalam parit Pabrik Adolina,” jelas dia.

    Ipda Nauli mengatakan, jasad korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk diautopsi. Saat ini, pihaknya juga tengah menyelidiki apakah korban dan teman-temannya merupakan geng motor. “Masih dalam penyelidikan,” pungkas Ipda Nauli. (**)

     

    Sumber: cnnindonesia.com