Surabaya, Cakrayudha-hankam.com – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Komisariat Daerah (KOMDA) III yang meliputi wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat menggelar Konferensi Studi Regional (KSR) dengan mengangkat tema “Reposisi PMKRI menyongsong Bonus Demografi” pada Kamis (23/10/2025).
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Gedung BPSDM Jawa Timur dan diawali dengan seremoni pembukaan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan.
Dalam acara pembukaan, sejumlah tokoh memberikan sambutan yang menegaskan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi era bonus demografi.
Komisaris Daerah III Pengurus Pusat PMKRI, Olimpius Kurniawan, S.AP, dalam sambutannya menegaskan bahwa bonus demografi bukan sekadar angka statistik, melainkan peluang besar bagi kaum muda untuk menjadi motor perubahan sosial dan ekonomi bangsa.
Ia menyoroti peran PMKRI sebagai wadah kaderisasi intelektual muda Katolik yang memiliki tanggung jawab moral dan sosial dalam menjawab tantangan zaman.
“Bonus demografi hanya akan berdampak positif jika generasi muda memiliki kualitas, daya saing, dan kesadaran sosial yang tinggi. Melalui forum KSR ini, kita berharap lahir gagasan konkret tentang bagaimana PMKRI turut menyiapkan generasi emas, sehingga Indonesia tahun 2045 tidak hanya slogan,” ujar Olimpius, saat dikonfirmasi pada Sabtu (25/10/2025).
Selanjutnya, Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI Sanctus Thomas Aquinas, Susan Kandaimu, SM, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai ruang refleksi dan kolaborasi lintas daerah. Susan menegaskan bahwa PMKRI memiliki tanggung jawab historis untuk menjadi bagian dari pembangunan bangsa, khususnya dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi transformasi sosial di tengah perubahan global yang cepat.
“Bonus demografi adalah momentum sekaligus ujian bagi bangsa. Generasi muda harus mampu memanfaatkan potensi ini dengan memperkuat karakter, moralitas, dan kecakapan hidup. PMKRI hadir untuk menumbuhkan kesadaran itu melalui gerakan intelektual dan sosial,” ungkap Susan.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Dr. Ramliyanto, SP., MP, yang turut hadir dan membuka kegiatan secara resmi, menyampaikan bahwa pemerintah daerah sangat mengapresiasi inisiatif PMKRI yang telah mengambil peran dalam mengedukasi dan mempersiapkan generasi muda menyongsong bonus demografi. Dalam sambutannya, Dr. Ramliyanto menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan, organisasi kepemudaan, dan pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Bonus demografi akan menjadi peluang besar jika dikelola dengan baik melalui pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Kolaborasi seperti yang dilakukan PMKRI hari ini adalah bentuk kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia berkualitas,” tutur Ramliyanto.
Usai seremoni, kegiatan dilanjutkan dengan sesi seminar dan diskusi panel yang menghadirkan berbagai narasumber dari akademisi, pemerhati generasi muda, pemerintah, dan aktivis muda.
Melalui KSR ini, PMKRI KOMDA III berharap dapat memperkuat peran mahasiswa Katolik sebagai agen perubahan yang mampu merumuskan solusi konkret dalam menghadapi tantangan bonus demografi serta meneguhkan komitmen PMKRI dalam mengabdi bagi Gereja dan Tanah Air.(red-git)

