Thursday, August 20, 2026

    Personel TNI AU Bergabung dalam Giat Latma Cope West 2024

    0
    158
    Personel TNI AU dari Sathar 72 Depohar 70 yang dipimpin oleh Letda Tek Rhestu Pradhipta J., S.Tr.(Han) mengikuti latihan bersama (Latma) antara TNI AU dan US PACAF dalam kegiatan Air Maneuver Exercise (AMX) Latma Cope West Mobility Air Force (MAF) 2024. [Foto: Penkoharmatau]

    MALANG, (Cakrayudha-hankam.com)Sebanyak empat personel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) dari Satuan Pemeliharaan (Sathar) 72 Depo Pemeliharaan (Depohar) 70 yang dipimpin oleh Letda Tek Rhestu Pradhipta J., S.Tr.(Han) bersama dengan Serma Nyamin, Serda Johan, dan Serda Albertus Yudho, mengikuti latihan bersama (Latma) antara TNI AU dan US PACAF dalam kegiatan Air Maneuver Exercise (AMX) Latma Cope West Mobility Air Force (MAF) 2024.

    Latihan ini berlangsung dari 22 hingga 26 Juli 2024 di Skadron Udara 32 Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
    Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode klasikal dan diskusi yang memungkinkan pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara personel dari Staf Operasi TNI Angkatan Udara (Sopsau), Skadron Udara 31, dan Skadron Udara 32 yang berpartisipasi dalam aktivitas dropping.
    Latihan ini melibatkan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) seperti satu pesawat Hercules C-130J dan dua pesawat C-130H/L-100 dari Skadron Udara 32.
    Beberapa kegiatan dalam latihan ini, termasuk penggunaan Container Delivery  System (CDS) dan Low Cost Low Altitude (LCLA) oleh Sathar 72 dengan lima bundle CDS.
    Diskusi yang berlangsung selama latihan, mencakup berbagai materi penting seperti Low Cost Low Altitude (LCLA), High Velocity Container Delivery System (HVDCS), dan Low Velocity Container Delivery System (LVDCS).
    Pertukaran ide dan pengalaman dalam diskusi ini, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan operasional dan pengetahuan teknis para peserta.
    Keikutsertaan Sathar 72 dalam latihan bersama US PACAF ini, memberikan nilai tambah yang signifikan dalam hal pengetahuan, pengalaman, koordinasi, komunikasi, dan kerja sama. Semua ini diharapkan dapat mendukung misi-misi operasi TNI AU di masa depan, terutama dalam penggunaan CDS dan LCLA. (Penkoharmatau)