Perkuat Ketahanan Pangan, Pj Bupati Dairi Ikuti Rakor Perluasan Areal Tanam

    0
    111
    Rakor Perluasan Areal Tanam melalui program cetak sawah dirangkai dengan MoU antara Kementan bersama Kemendagri, diikuti Gubernur dan Bupati seluruh Indonesia, yang digelar di Gedung F, Kantor Pusat Kementan, Jakarta Selatan, Jumat (7/6/2024). [Foto: dok.Pemkab Dairi]

    DAIRI, (Cakrayudha-hankam.com) – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan mengoptimalikan lahan tadah hujan untuk memperluas areal tanam dengan pompanisasi dan pipanisasi dengan target jutaan hektar lahan di setiap daerah. Hal ini dilakukan, dalam rangka mengantisipasi dampak inflasi yang semakin berat.

    Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Perluasan Areal Tanam melalui program cetak sawah dirangkai dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Kementan bersama Kemendagri, yang diikuti Gubernur dan Bupati seluruh Indonesia, yang digelar di Gedung F, Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Jumat (7/6/2024).

    Rakor Perluasan Areal Tanam tersebut, diantaranya dihadiri oleh Penjabat (Pj) Bupati Dairi, Surung Charles Bantjin, yang didampingi Kadis Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Dairi yang diwakili oleh Kabid Penyuluhan dan Pelatihan, Suka Edah Angkat.

    “Terimakasih pada Kemendagri sebagai pengendali inflasi terbaik. Kita bayangkan hari ini kita bisa tersenyum karena inflasi kita terkendali. Kami ingin sampaikan soal pertanian kita yang tidak baik-baik saja. Krisis pangan terjadi di berbagai negara seperti Vietnam dan Thailand. Fenomena ini harus kita mitigasi resikonya. krisis didepan mata, 59 negara, 1 miliar jiwa alami kelaparan,” kata Mentan Andi Amran Sulaiman.

    Itulah sebabnya, Andi Amran menjelaskan, kenapa dilakukan penandatangan MoU dimana semua stakeholder terlibat dan bekerjasama semua atas Instruksi Presiden pada Maret 2024 lalu. Jika krisis terjadi, semua wajib ambil bagian. Lebih dijelaskan, krisis pangan atau ketidaktersediaan pangan akan berbahaya bagi sebuah negara.

    “Oleh karena itu, terimakasih kepada Mendagri sebagai inisiator. Kita lihat langkah-langkah yang akan kita lakukan soal pupuk, dampak elnino, kebijakan yang perlu disempurnakan. ini sangat penting menjadi perhatian kita bersama. Tolong perhatian semua pihak agar petani kita bisa menikmati tambahan pupuk. Apa yang dibutuhan setiap daerah tolong segera ajukan proposalna agar kesejahteraan petani bisa kita tingkatkan,” ujar Andi Amran.

    Menyambut arahan Mentan tersebut, Pj Bupati Dairi Charles Bantjin menjelaskan, kehadiran Pemkab Dairi dalam pertemuan ini adalah untuk memaksimalkan program pengendalian inflasi di setiap daerah, termasuk KabupatenDairi. Tentu, sebagai salah satu kabupaten penyuplai bahan pangan di Sumatera Utara.

    “Beberapa darah diprediksi akan mengalami kekeringan sehingga sangat mungkin mempengaruhi produksi pertanian nasional. Untuk itu, upaya penambahan produksi pangan beras melalui peningkatan indeks pertanaman dan produktivitas dari lahan eksisting, selain itu dalam memperkuat ketahana pangan diperkukan adanya penambahan lahan sawah baru (cetak sawah) guna menambah luas baku lahan, sekaligus penambhan produksi pangan nasional melalui program Kementan Tahun 2025,” papar Charles Bantjin.

    Perlu diinformasikan, pengusulan calon lokasi dan calon penerima (CPCL) untuk kegiatan cetak sawah secara swakelola ini dapat mengirimkan surat permohonan ke dinas terkait. (**)

     

    Sumber: portal.dairikab.go.id