Perkara Sandal Buat Santri di Lampung

    0
    77

    Dianiaya Saudara Kembar hingga Meninggal

     

    LAMPUNG TENGAH, Cakrayudha-hankam.com – Seorang santri di Seputih Raman, Lampung Tengah, kehilangan nyawanya akibat masalah sandal yang dipinjam dan tidak dikembalikan. Santri bernama Muhammad Rifkil Wafa (13) tewas setelah dianiaya oleh saudara kembar berinisial DU (16) dan DI (16).

    Jasad Rifkil Wafa ditemukan mengambang di saluran irigasi primer Kecamatan Seputih Raman pada Sabtu (26/4/2025) setelah dibuang oleh pelaku. Kapolres Lampung Tengah, AKBP Alsyahendra, menjelaskan bahwa motif pembunuhan tersebut berakar dari rasa sakit hati kedua tersangka. “Motif pembunuhan ini adalah karena sandal baru yang dibeli oleh tersangka diambil oleh korban dan tidak dikembalikan,” jelas Alsyahendra dalam konferensi pers di Polres Lampung Tengah, Jumat (16/5/2025).

    Alsyahendra menyatakan bahwa itulah yang menjadi alasan tersangka berani melakukan pembunuhan terhadap korban, yang jenazahnya ditemukan di saluran irigasi Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah.

    Jenazah seorang remaja laki-laki yang ditemukan oleh warga di irigasi primer Kecamatan Seputih Raman, Lampung Tengah, pada Sabtu (26/4/2025), telah teridentifikasi sebagai korban pembunuhan. Korban bernama Muhammad Rifkil Wafa (13), yang merupakan warga Dusun Wana Jaya, Pekon Rigis Jaya, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat. Ia sedang menempuh pendidikan agama di Pondok Pesantren Baitul Mustaqim, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah.

    Pernyataan ini disampaikan oleh Kapolres Lampung Tengah, AKBP Alsyahendra, dalam konferensi pers di Polres Lampung Tengah pada Jumat, 16 Mei 2025. Kapolres mengungkapkan bahwa tersangka ditangkap pada Rabu (14/5/2025) oleh tim gabungan dari Tekab 308 Polres Lampung Tengah, Polsek Seputih Raman, dan Polsek Punggur.

    Diketahui bahwa korban dibunuh oleh saudara kembar berinisial DU (16) dan DI (16), yang tinggal di Dusun Digul, Kampung Totokaton, Kecamatan Punggur.

    “Korban dibunuh oleh DU dan DI di jalan irigasi Dusun Digul, Kampung Totokaton, Kecamatan Punggur, yang tidak jauh dari rumah para tersangka. Di lokasi kejadian, ditemukan pakaian korban yang ditinggalkan di tanggul irigasi,” ujar Alsyahendra. (Red-033)