Penyebab Kebakaran di Rumah Hantu Jepang, Jatim Park 3

    0
    199

    Batu Malang,(Cakrayudha-hankam.com) – Penyebab kebakaran di area Rumah Hantu Jepang The Legend Star Jatim Park 3 di Kota Batu, Jawa Timur, terungkap. Api diduga kuat muncul karena kondisi over heat atau panas berlebihan dari mesin pompa air.

    Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Batu, Santoso Wardoyo, Rabu (4/9/2024).

    Dia mengatakan, pihaknya menerjunkan total enam kendaraan pemadam kebakaran terdiri dari dua mobil pompa, dua water supply, sebuat fast response, dan sebuah storing unit. Kemudian, terdapat 23 personel yang diterjunkan, yakni 14 personel regu piket, delapan personel regu siaga, dan satu personel regu lepas piket.

    “Kendala tidak ada, untuk akses kendaraan damkar meskipun agak sempit tetapi bisa dilewati.”

    “Kami lakukan pemadaman hingga pendinginan sekitar 60 menit (dari pukul 16.00-17.00 WIB), dan api bisa dikendalikan,” kata Santoso lagi. Area wahana Rumah Hantu Jepang yang terbakar sekitar 50 meter persegi. Bahkan, atap area wahana juga ambruk.

    “Hasil investigasi kebakaran, dugaan kuat yang kami peroleh disebabkan oleh mesin pompa air yang over heat, kemudian nyala, dan membakar benda-benda mudah terbakar di sekitarnya,” katanya.

    Sebelumnya diberitakan, Kebakaran terjadi di tempat wisata JTP 3 sekitar pukul 15.30 WIB, kemarin.

    Manager Marketing dan Public Relations Jatim Park Group, Titik S Arianto mengatakan, kebakaran itu terjadi di area Rumah Hantu Jepang, The Legend Star Park.

    Saat beberapa waktu sebelum kebakaran, informasi yang diterimanya tidak ada aktivitas, atau tidak ada pengunjung. Rata-rata bahan-bahan yang terbakar yakni styrofoam atau gabus.

    Adanya kejadian ini, pihak manajemen hanya menutup sementara area Rumah Hantu Jepang, Colosseum, dan Hollywood. Meski begitu, pihaknya tetap membuka wahana lainnya di Jatim Park 3.

    Direktur Utama Jatim Park 3, Suryo Widodo mengatakan, tidak ada korban jiwa dan luka nihil, hanya kerugian materi saja sekitar Rp 500 juta.(EH.056)