Peluk Kemanusiaan di Kampung Wako

0
164

TNI Satgas Yonif 700/WYC Rangkul Warga dan Pengungsi dengan Binter Humanis

 

PUNCAK, Cakrayudha-hankam.com – Udara dingin pegunungan Papua tak menghalangi semangat kemanusiaan prajurit Satgas Yonif 700/Wira Yudha Cakti dalam melaksanakan kegiatan Bimbingan Teritorial (Binter) terbatas di Kampung Wako, Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Jumat (18/07/2025). Melalui Pos Kodim Persiapan (Koper), para prajurit hadir menyapa warga, mempererat hubungan, dan membawa pesan kepedulian yang tulus dari negara.

Dipimpin oleh Letda Inf Herman K, Komandan Pos Koper, prajurit menyusuri setiap sudut kampung, dari rumah ke rumah, menyambangi warga asli maupun para pengungsi dari wilayah konflik yang kini menetap di honai darurat sekitar Kampung Wako.

Menyentuh Hati, Menjangkau Mereka yang Terlupakan
Kunjungan pertama menyasar rumah pasangan Bapak Dekinus dan Ibu Gode Magi, dilanjutkan ke honai milik Bapak Tatak Walker, Kepala Kampung Wako, serta keluarga Bapak Nus dan Ibu Limince, hingga Bapak Cimiku dan Ibu Slipa yang tinggal di belakang gereja.

Para pengungsi dari Tanah Merah pun tak luput dari perhatian. Di antaranya, Ibu Komala Maju dan Bapak Abu Wakara yang tinggal di bawah bangunan TK, serta Mama Kogoya yang menetap di sisi gereja. Kehadiran TNI disambut hangat sebagai pelipur lara dan simbol kehadiran negara di tengah keterbatasan.

Lebih dari Sekadar Bantuan
Setiap keluarga menerima paket sembako, namun makna kehadiran prajurit jauh melampaui bantuan fisik. “Kami hadir tidak hanya membawa sembako, tapi juga membawa semangat persaudaraan dan harapan agar masyarakat tetap kuat menghadapi tantangan,” ujar Letda Inf Herman K dengan penuh empati.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan Binter ini akan dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari misi pembinaan teritorial dan bentuk tanggung jawab TNI terhadap masyarakat di wilayah terpencil dan terdampak konflik.

TNI Menjadi Bagian dari Masyarakat Papua
Sambutan hangat datang dari Kepala Suku Kampung Wako, Bapak Koteka, yang menyampaikan rasa terima kasih dan haru atas kehadiran TNI. “TNI bukan hanya menjaga keamanan kami, tapi juga hadir ketika kami membutuhkan bantuan. Kami merasa tidak sendiri,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Pesan Pangkoops: TNI Mengabdi untuk Rakyat
Panglima Komando Operasi TNI Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan Binter terbatas ini. Ia menekankan bahwa keberadaan TNI di Papua bukan hanya menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga membangun hubungan emosional dengan masyarakat.

“Kegiatan seperti ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Kami hadir untuk merawat, melayani, dan menjadi bagian dari solusi atas kesulitan masyarakat. Kebahagiaan rakyat Papua adalah kebanggaan kami,” tegasnya.

TNI: Hadir, Melayani, dan Menjadi Harapan
Kegiatan Binter terbatas di Kampung Wako menjadi cerminan komitmen prajurit TNI sebagai penjaga wilayah sekaligus pelayan kemanusiaan. Di tengah medan yang sulit dan kondisi yang terbatas, prajurit tidak hanya membawa perlindungan, tetapi juga harapan dan kepedulian yang tulus bagi saudara-saudara sebangsa.

Sumber:
(Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)