Pelaku Tak Dapat Nafkah Batin Motif Pelecehan Payudara Siswi SMP

    0
    72

    Surabaya,(Cakrayudha-hankam.com) – Pelaku pelecehan payudara siswi SMP Negeri (SMPN) 35 Surabaya mengaku nekat tersebut karena tak mendapat nafkah batin oleh istrinya yang sekarang tengah hamil.

    Kasat Reskrim AKBP Aris Purwanto mengatakan, hal tersebut diungkapkan oleh tersangka berinisial RBR (19 th), warga Tenggilis, ketika dimintai keteranganya oleh penyidik.

    “Benar, yang bersangkutan melakukan perbuatan itu dengan motif, lebih kurang tiga bulan tidak diberi nafkah batin oleh istrinya,” kata Aris, di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (9/10/2024).

    Selain itu, kata Aris, tersangka juga mengaku menentukan korbanya secara acak, yang melintas di depanya.

    Kemudian, dia mendekatinya dan melakukan pelecehan seksual.

    “Karena dia (pelaku) ada keinginan nafsu, dan melihat (korban) itu, akhirnya dia punya keinginan berbuat cabul.

    “Pengakuan tersangka karena istri hamil, intinya istrinya hamil,” ujarnya.

    Aris Purwanto mengungkapkan, selanjutnya penyidik masih akan melakukan pendalaman kasus pelecehan payudara yang menyasar anak SMP itu.

    Hal tersebut, untuk mengetahui kondisi psikologi tersangka.

    “(Pelaku) pastinya menyesal karena sudah ditahan di kepolisian.

    Kita masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap tersangka, akan dilakukan pemeriksaan psikologi dan sebagaimya,” ucapnya.

    Atas perbuatanya tersebut, terangka dijerat menggunakan Pasal 82 UU Nomor 17 tahun 2016, tentang pencabulan anak.

    Pelaku terancam mendapatkan hukuman penjara paling lama 15 tahun.

    Diberitakan sebelumnya, Grandika mengungkapkan, kejahatan begal payudara yang menyasar siswi SMP tersebut, dilaporkan melalui media sosial, Rabu (2/10/2024) kemarin.

    “Untuk laporannya sudah kami terima melalui media sosial dan unit reskrim sedang melakukan upaya penyelidikan terhadap pelakunya,” kata Grandika, saat dikonfirmasi, Senin (7/10/2024).

    Keempat siswi tersebut menjadi korban begal payudara dalam perjalanan pulang sekolah, sekitar Jalan Rungkut Asri.

    Akan tetapi, mereka tidak mengalaminya secara bersamaan.

    “Ada empat siswi yang sudah terkonfirmasi jadi korban, lya sekitar tanggal itu (2/10/2024), ujarnya.

    “Kalau kejadianya beda-beda hari,” pungkasnya pada awak media mengakhiri perbncangan.(Red)