Paskah di Ujung Timur

    0
    47

    Ketika Seragam Loreng dan Senyum Warga Bersatu Menyambut Cahaya Damai

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah keindahan alam Papua dan ketenangan Kampung Mumugu, Distrik Krepkuri, sebuah harapan bersinar lebih cerah menjelang Paskah 2025. Tidak hanya lilin-lilin gereja yang menyala, tetapi juga semangat kebersamaan antara prajurit TNI dan masyarakat yang bersatu dalam harmoni gotong royong. Di sinilah sinergi hati terwujud dengan nyata.

    Pada Minggu pagi (20/4/2025), sekitar 15 prajurit dari Satgas Yonif 733/Masariku Koops Habema, yang dipimpin oleh Serka Fanden, bekerja sama dengan warga setempat sejak matahari mulai terbit. Misi mereka bukanlah operasi militer, melainkan misi kasih: memperindah gereja kampung, memperbaiki fasilitas, dan menghias altar dengan ornamen Paskah yang penuh makna.

    Tidak ada batasan antara seragam loreng dan kain adat. Tangan-tangan yang biasanya memegang senapan kini menggenggam sapu, kuas cat, dan karung sampah. Di tengah tawa anak-anak dan senyuman para ibu, halaman gereja bertransformasi menjadi simbol cinta dan persatuan.

    “Kami tidak hanya sekadar membantu membersihkan; kami hadir untuk merayakan Paskah bersama saudara-saudara kami di Mumugu,” ungkap Serka Fanden sambil menyapu debu dari altar.

    Bapak Petrus, seorang tokoh masyarakat setempat, mengungkapkan rasa haru dan kebanggaannya atas kebersamaan ini. “Paskah tahun ini terasa sangat istimewa. Bukan hanya karena dekorasinya yang lebih indah, tetapi juga karena kami merasakannya bersama para prajurit yang benar-benar peduli.”

    Komandan Satgas Yonif 733/Masariku, Letkol Inf. Julius Jongen Matakena, dalam sebuah pesan tertulis, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari pembinaan teritorial dan kehadiran TNI yang bersinergi dengan masyarakat.

    “Kami tidak ingin hanya dikenal sebagai penjaga batas dan keamanan. Kami ingin hadir sebagai saudara, sahabat, dan mitra bagi masyarakat. Terlebih lagi dalam momen suci seperti Paskah, di mana kasih dan harapan menjadi inti dari kehidupan,” tegas Letkol Julius.

    Apresiasi pun datang dari Pangkoops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto. Dalam pernyataannya, beliau menekankan pentingnya kemanunggalan TNI dan rakyat. “Yang dilakukan para prajurit bukan hanya membangun gereja, tapi membangun jembatan hati. Inilah wajah Indonesia yang sesungguhnya damai, bersatu, dan saling menguatkan.”

    Di tengah tantangan keamanan dan berbagai dinamika sosial, Paskah di Mumugu menjadi pengingat bahwa harapan tetap tumbuh, bahwa cahaya perdamaian bisa datang dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama. Dan dalam langkah itu, TNI tak hanya hadir sebagai penjaga, tapi juga sebagai keluarga.

    Autentikasi:
    (Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono, Dansatgas Media HABEMA/Red-033)