Papua Tegas Tolak Kekerasan OPM

0
128
Rakyat Sudah Bicara: Tokoh Papua Tegaskan Tak Ada Lagi Ruang Toleransi untuk OPM

JAYAPURA, Cakrayudha-hankam.com – Gelombang penolakan terhadap kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali menggema dari tanah Papua. Para tokoh masyarakat menegaskan, tidak ada lagi ruang toleransi bagi OPM yang dianggap sumber penderitaan dan ketakutan bagi rakyat.

Pernyataan keras ini muncul menyusul rentetan aksi kekerasan yang dilakukan OPM beberapa bulan terakhir, mulai dari penembakan, pemalakan terhadap warga, hingga perampasan bantuan yang seharusnya diterima masyarakat pedalaman. Semua tindakan ini dianggap bukti bahwa OPM tak lagi memiliki legitimasi perjuangan.

Kekerasan yang Menyisakan Luka
Bagi masyarakat Papua, terutama di daerah pedalaman, tindakan OPM justru menambah beban hidup. Alih-alih memberikan perlindungan, kelompok bersenjata ini menghalangi akses bantuan pangan, pendidikan, dan kesehatan.

Tokoh masyarakat asal Kabupaten Puncak, Elias Murib, menegaskan, “OPM tidak pernah memberikan solusi, justru memperburuk keadaan. Karena itu, kami tegaskan: tidak ada toleransi bagi OPM.”

Dukungan untuk Pemerintah dan Aparat
Para tokoh masyarakat menyerukan agar seluruh rakyat Papua bersatu mendukung langkah pemerintah dan aparat keamanan dalam menindak tegas OPM. Negara dianggap hadir dengan program pembangunan nyata yang membawa perubahan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur jalan yang membuka isolasi pedalaman.

Tokoh adat dari Lanny Jaya, Yosep Wenda, menambahkan, “Kalau masyarakat mendukung penuh pemerintah, OPM akan kehilangan tempat bersembunyi. Rakyat sudah tahu siapa yang benar-benar peduli.”

Masyarakat Pilih Damai, Tolak Kekerasan
Kesadaran kolektif tumbuh di kalangan masyarakat Papua bahwa kekerasan tidak melahirkan solusi, justru menambah luka dan trauma. Sebaliknya, pembangunan dan kehadiran negara memberikan harapan nyata akan masa depan lebih baik. Program pemerintah seperti sekolah gratis, layanan kesehatan keliling, dan pembangunan jalan trans Papua membawa dampak signifikan.

Pesan Tegas: Papua Ingin Hidup Damai
Dengan pernyataan terbuka para tokoh masyarakat, pesan yang disampaikan jelas: Papua menolak OPM, menolak kekerasan, dan menolak hidup dalam ketakutan.

Masyarakat ingin hidup aman, damai, dan sejahtera bersama keluarga mereka. Mereka berharap aparat keamanan konsisten memberikan perlindungan dan memastikan program pemerintah sampai ke rakyat tanpa gangguan kelompok bersenjata.

Bagi rakyat Papua, masa depan lebih cerah hanya bisa terwujud dengan meninggalkan kekerasan dan memperkuat persatuan bersama pemerintah. OPM yang menebar teror semakin kehilangan tempat dalam hati masyarakat.(Red-033)