Denpasar || Cakrayudha-hankam.com— Yayasan Duwe Nyama Bali menggelar Pagelaran Budaya Nusantara pada Minggu malam (4/1/2025) di Istana Taman Jepun, Jalan Hayam Wuruk, Denpasar Timur.
Acara ini menampilkan seni jaranan New Singo Joyo dari Kediri serta kesenian Reog Ponorogo, yang disambut antusias oleh masyarakat dan para pemerhati budaya.

Pagelaran tersebut dihadiri para sesepuh budaya Nusantara, Ketua Yayasan Duwe Nyama Bali Ida Bagus Denny Ary Djodhi, Romo Karim, Romo Cipto, Ketua Paguyuban Singo Joyo Gus Andre, serta sejumlah undangan dan penonton dari berbagai kalangan.
Dalam sambutannya, Ida Bagus Denny menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap pelestarian kebudayaan Nusantara. “Sebagai generasi penerus bangsa, kita memiliki kewajiban untuk menjaga dan merawat kebudayaan daerah, terutama warisan leluhur Nusantara,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Yayasan Duwe Nyama Bali tidak hanya bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan kesehatan, tetapi juga aktif dalam pengembangan kebudayaan. “Malam ini kami menampilkan jaranan Kediri dan Reog Ponorogo. Pada bulan depan, kami berencana menghadirkan kesenian Bali serta kesenian dari daerah Nusantara lainnya,” kata Gus Denny.
Pagelaran pada awal Januari 2026 ini secara khusus menampilkan seni budaya dari Jawa Timur. Untuk Februari mendatang, yayasan merencanakan penampilan kesenian Bali dan daerah lain di Indonesia. Gus Denny berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar menjadi bagian dari upaya pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi mendatang.
Acara ditutup dengan ungkapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan kerja sama sehingga pagelaran budaya malam itu dapat terselenggara dengan baik.(YMK)

