Pagar Persaudaraan di Ujung Papua

0
304

Ketika Prajurit dan Warga Mbua Bangun Harapan Bersama

 

PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah sejuk dan sunyinya lereng pegunungan Nduga, tepatnya di Distrik Mbua, sebuah pemandangan menghangatkan hati tampak jelas: puluhan prajurit TNI dan warga setempat bergotong royong membangun pagar untuk fasilitas umum. Bukan karena perintah, bukan pula karena imbalan. Tapi murni atas dasar kepedulian dan rasa ingin membangun kampung bersama. Minggu, 13 Juli 2025.

Kegiatan tersebut digelar oleh Satgas Yonif 400/Banteng Raiders Pos Mbua, sebagai bentuk pendekatan sosial di daerah yang selama ini dikenal rawan konflik. Bersama masyarakat, para prajurit menanam tiang, menarik kawat, dan menyusun pagar. Namun lebih dari sekadar pekerjaan fisik, kegiatan ini mencerminkan pembangunan yang lebih besar: kepercayaan dan persaudaraan.

“Kami tidak hanya hadir untuk mengamankan wilayah, tapi juga ingin membangun kebersamaan. Pagar ini bukan hanya pelindung fasilitas, melainkan lambang dari kepedulian dan kolaborasi antara TNI dan masyarakat,” tutur Danpos Mbua, menegaskan filosofi dari aksi mereka.

Sambutan masyarakat sangat positif. Warga Mbua—dari orang tua hingga anak-anak—turut hadir dan terlibat. Senyum-senyum kecil dan ucapan terima kasih mengalir tulus. Bagi mereka, ini bukan hanya tentang pagar, tetapi tentang kehadiran negara yang tidak membawa rasa takut, melainkan harapan dan solidaritas.

Panglima Komando Operasi TNI HABEMA, Mayjen TNI Lucky Avianto, mengapresiasi karya bakti ini sebagai contoh nyata kemanunggalan antara TNI dan rakyat.

“Pagar yang dibangun ini mungkin sederhana secara fisik, namun mengandung makna yang mendalam. Ia menjadi simbol persaudaraan, bahwa TNI hadir bukan sekadar untuk menjaga, tapi untuk merangkul,” ujarnya.

Apa yang dilakukan di Mbua menjadi bukti bahwa seragam loreng TNI bukan hanya lambang kekuatan, melainkan pelindung dan sahabat rakyat. Di tengah belantara Papua yang menantang, mereka hadir tak hanya membawa senjata, tetapi juga semangat gotong royong dan kemanusiaan.

Inilah wajah Indonesia yang sebenarnya: bersatu dalam kebersamaan, kokoh karena kepercayaan, dan kuat karena kasih sayang antarsesama.

Sumber:
(Dansatgas Media HABEMA & Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)