Orasi BEM-DPM UNU Pasuruan di Puncak Maorinta: Mahasiswa Teguhkan Komitmen Pengabdian pada Daerah di Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1096

0
396

PASURUAN, Cakrayudha-hankam.com – Suasana Lapangan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan memanas oleh semangat ratusan mahasiswa baru angkatan 2025 pada Jumat (19/9/2025). Di bawah terik matahari, mereka menyaksikan rentetan orasi berapi-api dari pimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) sebagai puncak kegiatan Masa Orientasi Mahasiswa Baru (Maorinta).

Panggung orasi ini menjadi ajang penguatan ideologi dan nilai perjuangan mahasiswa. Para orator menekankan bahwa status mahasiswa membawa tanggung jawab intelektual sekaligus sosial.

Bendahara Umum BEM, Intan Nuril Maulida, dalam orasi pembukanya menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya bertugas di ruang kelas.

“Amanah intelektual yang kalian emban bukan semata-mata untuk mengejar IPK, tetapi untuk menjadi mata, telinga, dan suara bagi mereka yang tak terdengar. Tanggung jawab kita adalah tanggung jawab sosial,” ujarnya lantang.

Semangat itu diteruskan oleh Sekretaris DPM, Cak Hikam, yang menyoroti pentingnya keberpihakan mahasiswa.

“Sejarah membuktikan, mahasiswa selalu berada di garda terdepan saat keadilan diinjak-injak. Jangan pernah ragu untuk berpihak pada kebenaran dan rakyat kecil. Di situlah letak kehormatan gerakan kita,” tegasnya.

Wakil Presiden Mahasiswa, Achmad Khozin, menambahkan bahwa keberpihakan tidak boleh berhenti pada slogan.

“Turun ke desa, advokasi kebijakan, dampingi pedagang pasar. Itulah wujud keberpihakan nyata mahasiswa,” katanya.

Sementara itu, Staf Menteri Dalam Negeri BEM, Ulva J., menekankan bahwa kekuatan terbesar seorang aktivis bukanlah materi, melainkan keberanian dan integritas.

Pesan Penutup Presiden Mahasiswa

Acara ditutup dengan orasi Presiden Mahasiswa UNU Pasuruan sekaligus Koordinator Aliansi BEM Pasuruan Raya, M. Ubaidillah Abdi. Ia mengaitkan semangat mahasiswa dengan momentum sejarah lokal.

“Kemarin, 18 September, Kabupaten Pasuruan genap berusia 1096 tahun. Sejarah panjang itu ditorehkan oleh pejuang, ulama, dan pahlawan daerah ini. Kini, tongkat estafet perjuangan itu ada di pundak kalian sebagai mahasiswa. Persiapkan diri, tempa mental di organisasi, dan pertajam analisis dalam diskusi. Tugas kalian adalah meneruskan perjuangan untuk Pasuruan yang lebih adil dan sejahtera,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah dan pekik “Hidup Mahasiswa!”

Kegiatan orasi bersama ini diharapkan menjadi pemantik awal bagi mahasiswa baru UNU Pasuruan untuk memahami tanggung jawab sosial sekaligus meneguhkan peran strategis mereka dalam pembangunan daerah.(red-056)