Orang Tua Siswa di Sidoarjo Dukung Pemerintah Batasi Penggunaan Gadget

    0
    106
    Ilustrasi anak main handphone atau HP. [Foto: ist/rri.co.id]

    SIDOARJO, Cakrayudha-hankam.com – Sejumlah orang tua siswa di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mendukung penuh upaya Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) yang bakal mengatur pembatasan media sosial (medsos) dan gadget atau gawai bagi anak-anak.

    Aulia, orang tua siswa di salah satu SMP Negeri di Sidoarjo, menyatakan sangat mendukung upaya pemerintah dalam membatasi penggunaan gadget terhadap anak.

    Namun, ketentuan lain juga diharapkan diperhatikan utamanya gadget sebagai alat bantu belajar. Menurut Aulia, langkah itu sebagai wujud kepedulian terhadap generasi penerus.

    “Sangat mendukung sih, saya pribadi kadang susah membatasi penggunaan gadget ke anak. Memang kadang ada mata pelajaran yang mengharuskan menggunakan gadget. Tapi ya, menurut saya rencana pemerintah dalam membatasi gadget untuk anak itu positif,” kata Aulia, Minggu (19/1/2025).

    Senada juga diungkapkan Rahmawati, ibu dari dua anak itu mengakui, susahnya membatasi anak dalam menggunakan gadget. Meski begitu, Rahmawati tetap menerapkan waktu-waktu tertentu dalam penggunaannya.

    “Tentunya, kami orang tua bakal mendukung ya wacana itu. Apalagi zaman sekarang mayoritas anak-anak sudah kehilangan sopan santun pengaruh gawai berlebihan. Kalau untuk masa depan, generasi penerus harus dijalankan program itu,” ujar Rahmawati.

    Sebelumnya, Kemenkomdigi dan Kementerian PPPA berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas perempuan dan anak dalam memanfaatkan teknologi agar lebih aman. Termasuk pembatasan penggunaan gadget terhadap anak-anak.

    Sementara itu, Pemerhati Perempuan dan Anak, Widya Kumala Wati, pernah mengatakan bahwa orang tua perlu mewaspadai aktivitas anak-anaknya di rumah  saat  penggunaan gawai (gadget). Dampak jangka panjang penggunaan gawai, baik anak-anak usia sekolah maupun usia anak belum bersekolah, salah satunya dapat membuat anak menjadi tidak peduli akan lingkungan sekitar.

    Widya Kumala menerangkan, kebiasaan orang tua yang membiarkan anak-anaknya bermain gawai terlalu lama agar tidak mengganggu aktivitas mereka, justru akan membuat anak menjadi tidak aktif. Tidak dapat melakukan berbagai macam kegiatan positif lainnya, karena terpaku dengan  gawai yang dimainkannya justru sangat berbahaya bagi balita.

    “Yang diperlukan, saat ini cara orang tua mendidik anak-anaknya secara benar tanpa harus rutin memainkan gawai,” kata Widya. (Red-050)

     

    Sumber: rri.co.id