Sebuah Terobosan untuk Keamanan Papua
INTAN JAYA, Cakrayudha-hankam.com – Komando Operasi Habema (Koops TNI Habema) yang merupakan bagian dari Kogabwilhan III, kembali berhasil melaksanakan operasi penindakan terhadap kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Intan Jaya, Papua Pegunungan. Dalam operasi yang dilakukan dengan terukur dan profesional, TNI berhasil melumpuhkan Enos Tipagau, seorang tokoh kunci dalam OPM yang menjabat sebagai Komandan Batalyon Kodap VIII Soanggama, pada Sabtu, 5 Juli 2025.
Enos Tipagau telah lama dikenal sebagai sosok yang ditakuti dan merupakan otak di balik serangkaian aksi teror di Papua. Sebagai pemimpin kelompok separatis bersenjata, ia bertanggung jawab atas berbagai tindakan kekerasan yang mengganggu ketenteraman masyarakat dan menghambat upaya pembangunan di wilayah Papua.
Di antaranya, kelompok yang dipimpin Enos Tipagau tercatat melakukan berbagai kejahatan, seperti:
1. Penyerangan Terhadap Warga Sipil Tak Berdosa
Kelompok ini terlibat dalam sejumlah penembakan terhadap warga sipil, termasuk pekerja, petani, hingga tokoh agama. Tak segan, mereka menghabisi nyawa siapapun yang dianggap sebagai “musuh, ” bahkan warga asli Papua yang mendukung kehadiran negara.
2. Pembakaran Fasilitas Umum dan Rumah Warga
Aksi pembakaran rumah, sekolah, dan fasilitas kesehatan menjadi modus mereka untuk menakut-nakuti warga dan menghancurkan infrastruktur masyarakat. Tindakan ini meninggalkan trauma mendalam bagi masyarakat.
3. Penyanderaan dan Intimidasi
Kelompok ini sering menyandera warga, termasuk pekerja luar Papua, untuk dijadikan tameng hidup atau alat propaganda dengan cara kekerasan yang kejam.
4. Serangan terhadap Aparat dan Pos Keamanan
Serangan mendadak terhadap pos TNI/Polri dilakukan dengan senjata api dan tradisional, mengakibatkan ketegangan di beberapa titik di wilayah Papua, khususnya Distrik Baitapa.
5. Penyebaran Propaganda Provokatif
Tidak hanya dengan senjata, kelompok ini aktif menyebarkan hoaks dan informasi manipulatif untuk memecah belah persatuan bangsa dan menggoyahkan pemerintah.
Kini, dengan tewasnya Enos Tipagau dalam operasi TNI gabungan Koops Habema, diharapkan jaringan teror yang dipimpinnya dapat melemah, dan membuka peluang lebih besar untuk perdamaian dan pembangunan di Papua.
Dalam operasi ini, TNI juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting, di antaranya:
– 6 buah anak panah
– 1 buah busur panah
– 2 unit telepon genggam
– 1 buah speaker
– 1 buah noken (tas tradisional Papua)
– 1 buah kalung
– 1 lembar bendera Bintang Kejora
Meskipun operasi ini berlangsung dalam suasana yang sangat tegang, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan baik dari pihak aparat maupun warga sipil. TNI menegaskan bahwa operasi ini dilakukan dengan mematuhi prinsip kehati-hatian dan legalitas, serta bertujuan untuk melindungi masyarakat sipil di seluruh wilayah Papua.
Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono, Dansatgas Media Koops Habema, menyatakan bahwa tindakan terhadap kelompok bersenjata ini merupakan bagian dari komitmen negara untuk menjaga stabilitas dan keamanan di Papua, dengan harapan dapat membawa perdamaian yang lebih nyata bagi masyarakat setempat. (Red-033)

