Oknum TNI AD Ancam Tembak Wanita di Kemang

    0
    84

    Kronologi dan Senpi Tunggu Hasil Pemeriksaan

     

    JAKARTA, Cakrayudha-hankam.com – Kodam Jaya menyampaikan bahwa saat ini mereka sedang menunggu hasil investigasi terhadap anggota TNI AD dari Kodam III/Siliwangi yang diduga mengancam menembak seorang perempuan setelah terlibat perselisihan di Kemang, Jakarta Selatan pada Sabtu (18/1/2024), sekitar pukul 04.00 WIB. Kapendam Kodam Jaya, Kolonel Inf Deki R Putra, menyatakan bahwa informasi mengenai senjata api yang dibawa anggota TNI AD tersebut, beserta kronologi kejadian, akan dibagikan setelah hasil investigasi diperoleh. “Setelah hasil investigasi tersedia, kami akan menyampaikan kronologi dan hasilnya,” kata Deki, Senin (20/1/2025). Ia menambahkan bahwa anggota TNI AD yang bersangkutan saat ini sedang diperiksa di Detasemen Polisi Militer (Denpom) Jaya 2/Cijantung.

    Kodam Jaya berkomitmen untuk mengungkap kasus ini secara transparan, sesuai arahan dari pimpinan TNI AD. “Tentunya akan [diungkap], karena telah menjadi komitmen pimpinan bahwa prajurit yang melanggar dan terbukti bersalah akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Deki.

    Sebelumnya, peristiwa keributan yang melibatkan anggota TNI AD tersebut tersebar melalui media sosial. Salah satunya, di akun Instagram @surabayatv.official, terlihat seorang pria mengacungkan pistol ke atas. Terduga pelaku dikepung oleh beberapa orang untuk ditenangkan. Namun, terjadi perselisihan sebelum rekaman video berakhir. Dalam narasi unggahan tersebut, disebutkan bahwa terduga pelaku membuat keributan setelah memaksa meminta minum kepada sejumlah perempuan di depan sebuah klub malam. Permintaannya ditolak, sehingga ia marah dan mengancam hendak menembak para perempuan tersebut. Disebutkan pula bahwa terduga pelaku sempat melepaskan tembakan, tetapi video terpotong sebelum kejadian itu berlangsung.

    Menanggapi peristiwa tersebut, TNI AD menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Kadispenad, Brigjen Wahyu Yudhayana, menegaskan bahwa perilaku anggotanya tidak mewakili institusi TNI AD. “Kami mohon maaf jika ada ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh perilaku individu tersebut. Kami tegaskan kembali bahwa ia adalah oknum yang tidak mewakili TNI AD,” pungkas Wahyu, Minggu (19/1/2025).(Red-033)

    Editor: EH056