Oknum Sekdes Berbuat Mesum dengan Kader Posyandu, Diarak ke Kantor Polisi

    0
    96
    Oknum Sekdes dan keluarga kader Posyandu saat musyawarah di Mapolsek Pontang, Kabupaten Serang. [Foto: Dok.Polsek Pontang]
    SERANG, (Cakrayudha-hankam.com) – Oknum Sekretaris Desa (Sekdes) di wilayah Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, diarak warga ke Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Pontang setelah digerebek saat bermalam di rumah kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Desa Kelapian, Kecamatan Pontang.
    Warga sangat kesal, lantaran oknum Sekdes berinisial MJ (52) itu, sering bermalam di rumah NV (34) yang tinggal bertetangga di saat suami MJ bekerja di Jakarta. Karena sering bermalam itulah, warga menduga Sekdes dan kader Posyandu tersebut telah berbuat mesum.
    “Ini tidak pantas dilakukan seorang pejabat desa. Dan patut diduga, keduanya berbuat mesum karena oknum Sekdes ini sering bermalam di rumah NV, tetangganya yang juga kader Posyandu di saat suaminya bekerja di Jakarta,” ungkap warga di Mapolsek Pontang.
    Kapolsek Pontang AKP Junaedi mengatakan, penggerebekan Sekdes di rumah kader Posyandu ini terjadi pada Kamis (11/7/2024) sekitar pukul 23.00 WIB.
    Pada malam kejadian, warga yang curiga dengan kelakuan oknum Sekdes itu, mulai mengawasi rumah oknum kader Posyandu.

    “Jadi 2 jam sebelum penggerebekan atau sekitar pukul 21.00, warga sudah mengintai sekeliling rumah NV, karena warga yakin oknum Sekdes akan datang menggunakan sepeda motor di rumah NV,” kata AKP Junaedi kepada awak media, Sabtu (13/7/2024).

    Seperti yang sudah diduga, lanjut AKP Junaedi, MJ yang masih beristri ini datang dan langsung masuk ke dlam rumah NV. Setelah ditunggu selama 2 jam, MJ tidak keluar-keluar. Karena curiga dan geram, warga pun kemudian mendatangi rumah NV.

    Junaedi menambahkan, saat ditanya warga, NV membantah jika MJ tengah berada di rumahnya. Namun, motor MJ masih ada di rumah tersebut, sehingga warga mencarinya di dalam dan sekeliling rumah.

    “Intinya, NV mengelak bahwa kalau saudara MJ tersebut ada di dalam rumahnya. Warga berusaha mencari dan akhirnya menemukan saudara MJ bersembunyi di lorong rumah NV,” tambah Kapolsek Pontang.

    Usai ditemukan sembunyi di lorong rumah, oknum Sekdes ini kemudian dibawa ke kantor desa. Warga tidak membawa NV, karena pertimbangan memiliki anak balita.

    “Saat warga akan masuk rumah NV, ternyata pintu terkunci dari dalam. Warga pun kemudian mengetuk pintu dan setelah sekitar 15 menit pintu diketuk, barulah NV membukakan pintu,” terang AKP Junaedi.

    “Setelah dibawa ke kantor desa, MJ selanjutnya dibawa ke mapolsek. Setelah dilakukan musyawarah dengan tokoh-tokoh masyarakat, peristiwa kesalahpahaman ini telah selesai secara musyawarah dan kedua belah pihak berjanji tidak mengulangi perbuatannya dan harus menjaga nama baik,” jelasnya.

    AKP Juanedi menegaskan, penggerebekan oknum Sekdes dan kader Posyandu oleh warga, merupakan bentuk kekecewaan warga. MJ dan NV seharusnya menjadi contoh yang baik bagi warganya.

    “Warga kecewa, harusnya memberikan contoh yang baik, dan sebagai panutan di masyarakat malah melakukan perbuatan yang kurang terpuji di mata masyarakat,” tegas Kapolsek Pontang. (**)

     

    Sumber: poskota.co.id