
Seperti yang sudah diduga, lanjut AKP Junaedi, MJ yang masih beristri ini datang dan langsung masuk ke dlam rumah NV. Setelah ditunggu selama 2 jam, MJ tidak keluar-keluar. Karena curiga dan geram, warga pun kemudian mendatangi rumah NV.
Junaedi menambahkan, saat ditanya warga, NV membantah jika MJ tengah berada di rumahnya. Namun, motor MJ masih ada di rumah tersebut, sehingga warga mencarinya di dalam dan sekeliling rumah.
“Intinya, NV mengelak bahwa kalau saudara MJ tersebut ada di dalam rumahnya. Warga berusaha mencari dan akhirnya menemukan saudara MJ bersembunyi di lorong rumah NV,” tambah Kapolsek Pontang.
Usai ditemukan sembunyi di lorong rumah, oknum Sekdes ini kemudian dibawa ke kantor desa. Warga tidak membawa NV, karena pertimbangan memiliki anak balita.
“Saat warga akan masuk rumah NV, ternyata pintu terkunci dari dalam. Warga pun kemudian mengetuk pintu dan setelah sekitar 15 menit pintu diketuk, barulah NV membukakan pintu,” terang AKP Junaedi.
“Setelah dibawa ke kantor desa, MJ selanjutnya dibawa ke mapolsek. Setelah dilakukan musyawarah dengan tokoh-tokoh masyarakat, peristiwa kesalahpahaman ini telah selesai secara musyawarah dan kedua belah pihak berjanji tidak mengulangi perbuatannya dan harus menjaga nama baik,” jelasnya.
AKP Juanedi menegaskan, penggerebekan oknum Sekdes dan kader Posyandu oleh warga, merupakan bentuk kekecewaan warga. MJ dan NV seharusnya menjadi contoh yang baik bagi warganya.
“Warga kecewa, harusnya memberikan contoh yang baik, dan sebagai panutan di masyarakat malah melakukan perbuatan yang kurang terpuji di mata masyarakat,” tegas Kapolsek Pontang. (**)
Sumber: poskota.co.id
