Nanik S Deyang: BGN Pertegas Sekolah Bisa Mundur dari Program MBG

0
578

Jakarta || Cakrayudha_hankam.com – Merespons kritik penghentian Program Makan Bergizi gratis (MBG). Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang sampaikan pihaknya tidak memaksa sekolah untuk menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini di sampaikan karena banyaknya kritik/usulan Progam tersebut. Dinilai tidak sesuai, menu MBG banyak siswa/i sekolah yang tidak selera bahkan tidak mengambil jatah MBG mereka.

Melansir dari ASLINEWS.id. Nanik Sudaryati Deyang dengan tegas mengatakan bahwa sebelum pelaksanaan MBG, SPPG telah menawarkan kepada sekolah-sekolah penerima manfaat, jika mau menerima MBG, mereka dipersilakan mengajukannya.

“Jika di tengah pelaksanaan ada permintaan berhenti maka hal itu tidak menjadi persoalan. Jadi kalau ada sekolah yang tidak mau menerima, kami BGN tidak memaksa,” terang mantan wartawan senior itu. Kamis (26/02/2026).

Pihak BGN menyadari bahwa untuk perbaikan gizi siswa perlu konsistensi. Pihaknya terbuka atas saran dan kritik agar pelaksanaan program andalan Presiden Prabowo Subianto ini bisa berjalan.

Ditegaskannya, bahwa Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak boleh memaksa sekolah agar para siswanya menjadi penerima manfaat MBG.

Memang benar Pemerintah ingin memberikan MBG kepada seluruh anak-anak Indonesia, agar tidak ada satu pun anak di Indonesia yang kekurangan gizi.
“Ka SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,” tegas Ketua Harian Tim Koordinasi Pelaksana Program MBG yang melibatkan 17 Kementerian dan Lembaga itu.

Penerimaan MBG sifatnya sukarela. Tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari pihak SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah. (Red)