MPC Pemuda Pancasila Surabaya Bersinergi dengan Disnaker dan Gapeknas Gelar Pelatihan Tenaga Konstruksi Bersertifikat

0
263

Surabaya, Cakrayudha-hankam.com — Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor konstruksi, Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Surabaya melalui Bidang Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM menjalin kerja sama strategis dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya serta Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional Indonesia (Gapeknas) Kota Surabaya.

Kolaborasi ini diwujudkan melalui pelatihan tenaga kerja pertukangan konstruksi, yang bertujuan mencetak pekerja profesional dan berkompetensi sesuai standar nasional, sekaligus memberikan sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Kepala Bidang Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM MPC Pemuda Pancasila Surabaya, Puji Kurniawati Andansar, S.Pd, menjelaskan bahwa pelatihan ini digelar sebagai respons atas kebutuhan tenaga kerja bersertifikat dari sejumlah perusahaan kontraktor anggota Gapeknas.

“Beberapa perusahaan memang telah mengajukan permintaan tenaga kerja terampil di bidang konstruksi. Karena itu, kami berinisiatif menyelenggarakan pelatihan ini bersama Disnaker Surabaya,” ujar Puji saat ditemui, Jumat (24/10/2025).

Ia menambahkan, pelatihan ini mencakup jenjang 1 dan 2 dalam bidang pertukangan konstruksi dan berlangsung selama dua hingga tiga hari. Peserta yang telah menyelesaikan pelatihan akan memperoleh sertifikat kompetensi dari BNSP.

“Setelah dinyatakan lulus, para peserta akan kami bantu untuk disalurkan ke perusahaan-perusahaan anggota Gapeknas maupun asosiasi kontraktor lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Gapeknas Surabaya, Samsurin, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi langkah penting untuk mendukung berbagai program pembangunan pemerintah, seperti Dana Kelurahan (Dakel) dan Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), yang membutuhkan tenaga konstruksi bersertifikat.

“Selain itu, program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian PUPR juga memerlukan tenaga ahli yang memiliki sertifikat resmi agar pekerjaan sesuai dengan standar dan regulasi,” jelas pria yang akrab disapa Cak Surin ini.

Ia menegaskan, pelaksanaan pelatihan ini sejalan dengan ketentuan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, serta UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, yang menekankan pentingnya kompetensi dan sertifikasi tenaga kerja.

“Kami berharap warga Surabaya, terutama generasi muda yang belum memiliki pekerjaan, dapat memanfaatkan kesempatan ini. Dengan memiliki sertifikat, peluang bekerja di perusahaan kontraktor akan semakin terbuka lebar,” imbuhnya.

Di akhir wawancara, Samsurin mengajak masyarakat untuk segera mendaftar karena kuota peserta pelatihan terbatas.

“Ayo segera daftar sebelum kuotanya penuh. Ini kesempatan bagus untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mendapatkan pengakuan profesional,” tutupnya.(red-git)