Monumen Buah Kecapi

    0
    164

    Jejak Ratu Shima dan Warisan Kultural Bangkit di Tangan TMMD dan Seniman Jepara

     

    JEPARA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah semangat pembangunan fisik, Satgas TMMD Reguler ke-124 Kodim 0719/Jepara mengambil langkah signifikan untuk menghidupkan kembali ingatan sejarah dan identitas lokal Desa Kecapi. Langkah ini diwujudkan melalui pembangunan Monumen Buah Kecapi, yang memiliki makna monumental baik secara harfiah maupun simbolis.

    Monumen ini akan dibangun di Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Jepara, hasil kolaborasi antara Satgas TMMD, seniman lokal, tokoh masyarakat, dan budayawan setempat. Sebagai langkah awal menuju realisasi monumen yang tidak hanya indah tetapi juga kaya akan makna sejarah, diskusi lintas elemen diadakan pada Kamis (8/5/2025) di rumah Ketua RT 42 RW 08, Dukuh Grobogan.

    Monumen ini dirancang tidak hanya sebagai penanda geografis desa, tetapi juga sebagai simbol budaya dan sarana edukasi sejarah yang menghormati Ratu Shima, sosok perempuan legendaris dari era Kerajaan Kalingga, yang dikenal karena ketegasannya dalam menegakkan hukum dan nilai kejujuran.

    Kapten Inf Ngadino, Perwira Pelaksana TMMD Reguler ke-124, menyatakan bahwa monumen ini bertujuan untuk mengangkat warisan kebesaran masa lalu sebagai sumber inspirasi bagi masa kini. “Kami ingin monumen ini lebih dari sekadar patung. Ia harus mencerminkan semangat Ratu Shima: keadilan, ketegasan, dan kejayaan perempuan dalam sejarah Nusantara. Ini juga merupakan bentuk pendidikan karakter bagi generasi muda,” ujarnya.

    Diskusi mengenai desain monumen berlangsung dengan dinamis. Berbagai usulan muncul, mulai dari menggabungkan bentuk buah kecapi dengan ukiran khas Jepara hingga menciptakan siluet artistik Ratu Shima yang menjulang dengan tegas. Ada juga ide untuk menempatkan monumen ini di pusat desa, menjadikannya sebagai ruang publik terbuka dan lokasi wisata edukatif.

    Seniman lokal menyambut rencana ini dengan antusias. “Proyek ini bukan sekadar seni, tetapi juga upaya untuk mengangkat kembali identitas kita. Kami ingin karya ini terasa lokal, terhubung dengan masyarakat, dan memiliki cerita yang dapat diwariskan dari generasi ke generasi. Idealnya, karya ini dibuat dari bahan-bahan lokal agar mencerminkan keunikan Jepara yang autentik,” kata salah satu pematung.

    Pembangunan monumen buah kecapi ini merupakan bagian dari program nonfisik TMMD ke-124, di mana TNI tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga berupaya membentuk karakter desa, memperkuat budaya, dan menumbuhkan rasa bangga warga terhadap identitas mereka.

    Melalui kolaborasi ini, Satgas TMMD berharap monumen tersebut akan menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan, mengabadikan nilai-nilai sejarah, serta menginspirasi generasi muda untuk bangga menjadi bagian dari desa yang memiliki akar budaya yang kuat. (Pendim 0719/Red-033)