Minta Pemda Pindahkan Kas Daerah ke Bank Banten, Mengapa?

    0
    67

    SERANG, Cakrayudha-hankam.com – Gubernur Banten, Andra Soni, mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk menempatkan rekening kas umum daerah (RKUD) di Bank Banten.

    Pernyataan ini disampaikan Andra Soni dengan harapan agar Bank Banten dapat menjadi kebanggaan masyarakat Banten.

    “Kota Serang sudah mengelola RKUD-nya melalui Bank Banten, begitu juga dengan Kabupaten Lebak. Insya Allah, saya juga mendorong Kota Cilegon untuk melakukan hal yang sama, semoga RKUD-nya bisa dikelola oleh Bank Banten,” ungkap Andra kepada wartawan setelah menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Kota Serang.

    “Alasannya adalah karena Bank Banten, sesuai namanya, memiliki sejarah yang perlu kita perjuangkan. Tentu saja, potensi keuangan daerah dapat dikelola dengan baik oleh Bank Banten,” tambahnya.

    Andra juga menyatakan keyakinannya bahwa Bank Banten akan menjadi bank yang membanggakan masyarakat, berkat dukungan dan arahan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta pemangku kepentingan lainnya di Provinsi Banten.

    “Satu titik lagi dapat sejajar dengan bank lainnya, sehingga Provinsi Banten setara dengan provinsi-provinsi lain,” kata Andra.

    Muhammad Busthami, Direktur Utama Bank Banten, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pendekatan dan membangun kepercayaan dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memindahkan pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke Bank Banten.

    “Saat ini, baru Kabupaten Lebak dan Kota Serang yang telah beralih; beberapa kabupaten/kota lainnya masih dalam proses, seperti Kabupaten Tangerang,” ungkap Busthami.

    Ia menambahkan bahwa Bank Banten memerlukan perluasan wilayah bisnis untuk meningkatkan pendapatan melalui pengelolaan RKUD.

    Menurut Busthami, progres yang dicapai sudah cukup baik berkat dukungan dari Gubernur Banten, Andra Soni, dan kini mereka hanya menunggu waktu untuk melakukan pemindahan secara bertahap.

    Pendekatan ini tidak hanya terbatas pada pengelolaan RKUD, tetapi juga mencakup ekosistemnya, seperti pengelolaan kredit ASN yang saat ini belum ditangani oleh Bank Banten,” jelasnya. (Red-033)