Merah Putih Berkibar di Langit Puncak Jaya

    0
    73

    Ribuan Warga Papua Rayakan 1 Mei dengan Semangat NKRI

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah dinginnya pegunungan Papua, semangat merah putih berkobar dalam dada ribuan warga Kabupaten Puncak Jaya. Pada Kamis pagi (1/5/2025), lebih dari 1.000 orang dari berbagai suku berkumpul di lapangan upacara, menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan penuh semangat dan kebanggaan, serta mengibarkan bendera Merah Putih dalam sebuah momen yang kaya akan makna kebangsaan dan persatuan.

    Tanggal 1 Mei, yang sering kali disalahartikan oleh sekelompok kecil separatis, justru dipahami oleh masyarakat Puncak Jaya sebagai hari kebangkitan nasionalisme. Di tengah ancaman disinformasi, mereka menegaskan bahwa Papua adalah bagian yang sah dari NKRI, baik secara hukum maupun dalam hati mereka.

    “Acara ini adalah bukti nyata bahwa rakyat Papua mencintai Indonesia. Mereka yang menyebut 1 Mei sebagai hari aneksasi hanyalah segelintir orang yang tidak mewakili kami. Kami berdiri tegak bersama Merah Putih,” tegas tokoh masyarakat Niles Talengen, disambut sorakan semangat dari para peserta upacara.

    Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh emosi. Dari pelajar hingga tokoh adat, serta pemuda dan mama-mama Papua, semua terlibat dalam semangat kebangsaan. Kegiatan ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga menanamkan kesadaran kolektif bahwa persatuan adalah kekuatan, dan bahwa Papua adalah bagian dari Indonesia.

    Kepala Distrik Wuyuneri, yang hadir dalam upacara, menyampaikan apresiasi dan harapannya.

    “Kita memerlukan kegiatan seperti ini secara rutin, besar, dan penuh semangat. Masyarakat Papua telah terlalu lama terpapar hoaks dan narasi separatis. Kini saatnya kita bangkit, melawan dengan kebenaran dan cinta tanah air.”

    Acara ditutup dengan doa bersama dan makan adat, yang melambangkan kebersamaan, persaudaraan, serta harapan untuk masa depan Papua yang damai dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Bagi masyarakat Puncak Jaya, tanggal 1 Mei bukanlah sekadar peringatan konflik sejarah, melainkan sebuah komitmen untuk masa depan anak-anak agar mereka dapat tumbuh dalam kedamaian. Ini juga merupakan tentang Papua yang terus berkembang dalam naungan Ibu Pertiwi. (Red-033)