Menyimak Jejak Sejarah Reco Lanang atau Buddha Aksobhya Trawas Mojokerto

0
903

MOJOKERTO, Cakrayudha-hankam.com – 
Reco lanang atau buddha Aksobhya di Kabupaten Mojokerto kembali menjadi perhatian publik. Situs bersejarah yang lekat dengan kisah tokoh laki – laki ini diyakini menyimpan banyak nilai sejarah sekaligus spiritual.

Dalam kunjungannya, pemerhati budaya dan sejarah, Cak Pri Lewung, menegaskan pentingnya melestarikan situs tersebut sebagai warisan leluhur bangsa. “Reco lanang ini bukan hanya benda mati, tetapi menjadi saksi perjalanan peradaban. Nama besar Majapait melekat di sini, sehingga perlu terus dijaga,” ujar Cak Pri Lewung pada Kamis (02/10/2025).

Situs Reco lanang dikenal masyarakat sebagai tempat meditasi Budha Aksobhya kala itu yang diyakini sudah ada sejak masa awal Kerajaan majapait. Struktur batu besar yang masih berdiri hingga kini memperkuat dugaan bahwa tempat ini dahulu menjadi titik penting dalam ritual kerajaan.

Ms Wahyu, sang juru rawat situs, menjelaskan bahwa keberadaan reco lanang masih terjaga berkat kepedulian masyarakat sekitar. “Saya hanya meneruskan amanah dari orang tua untuk menjaga tempat ini. Banyak orang datang untuk sekadar berziarah, berdoa, atau belajar sejarah. Yang terpenting, jangan sampai tempat ini rusak atau dilupakan,” ungkapnya.

Menurut Ms wahyu, reco lanang yang berada di lereng gunung Penanggungan tersebut memperkuat keyakinan masyarakat bahwa situs ini memiliki nilai sakral dan perlu dilestarikan.

Sejumlah arkeolog dan budayawan juga mendorong pemerintah daerah agar lebih serius melakukan pemeliharaan. “Jika dikelola dengan baik, Reco lanang atau Buddha Aksobhya bisa menjadi destinasi wisata edukatif dan spiritual yang bernilai tinggi,” tambah Cak Pri Lewung.

Pelestarian situs bersejarah seperti Reco lanang diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga identitas dan akar budaya Nusantara.
(Cak.Pri.Lewung )