Membangun Hati dan Keamanan

    0
    88

    Prajurit Satgas Yonif 733/Masariku Dekatkan Diri dengan Warga Papua

     

    NDUGA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah tantangan alam yang keras dan dinamika geopolitik yang kompleks, para prajurit Satuan Tugas Batalyon Infanteri 733/Masariku menunjukkan bahwa menjaga keamanan tidak hanya bergantung pada kekuatan fisik, tetapi juga pada kemampuan untuk membangun komunikasi dan hubungan yang manusiawi dengan masyarakat.

    Pada Selasa, (22/04/2025), di Titik Kuat Pelabuhan Amor, Distrik Krepkuri, para prajurit terlihat tidak hanya bersiaga dengan senjata, tetapi juga menyapa, bercengkerama, dan membagikan pakaian hangat kepada warga setempat. Kegiatan ini lebih dari sekadar tugas militer; ini merupakan bagian dari upaya untuk membangun ikatan kekeluargaan yang kuat dengan komunitas lokal.

    Komunikasi yang Dekat, Keamanan yang Berakar
    Komandan Satgas Yonif 733/Masariku, Letkol Inf. Julius J. Matakena, menegaskan bahwa tugas mereka tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan, tetapi juga berperan sebagai bagian integral dari kehidupan masyarakat Papua.

    Kami ingin lebih dari sekadar menjadi pasukan yang menjaga wilayah. Kami ingin hadir sebagai saudara. Dengan berbicara, mendengarkan, dan memberikan bantuan, kami dapat lebih memahami kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

    Salah satu kegiatan yang mencerminkan hal ini adalah pembagian pakaian kepada warga yang mengunjungi Titik Kuat Pelabuhan Amor. Letda Inf. Ramli, Komandan Titik Kuat, menambahkan,

    “Kami tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan. Kami juga ingin membawa kedamaian. Yang terpenting adalah hubungan yang terus terjalin. Kami ingin warga merasa dihargai dan tidak merasa terasing dari kami,” jelasnya.

    Dari sapaan hingga keamanan bersama, kegiatan ini bukan hanya tentang pembagian pakaian, tetapi juga tentang memperkuat rasa saling percaya antara prajurit TNI dan masyarakat. Markus Pilipus, salah satu warga yang menerima bantuan, merasa sangat dihargai.

    Kami sangat menghargai kehadiran Satgas Masariku. Mereka mendengarkan dan memperhatikan kami, serta memberikan rasa aman. Kami merasa lebih dekat, seolah-olah seperti saudara,” ungkapnya.

    Di sisi lain, interaksi ini juga menciptakan saluran komunikasi yang lebih efektif terkait masalah keamanan di wilayah sekitar.

    “Sekarang, warga tidak ragu lagi untuk melaporkan hal-hal yang mencurigakan. Semua menjadi lebih transparan, sehingga kita dapat lebih cepat menangani masalah yang muncul,” kata Letda Inf. Ramli.

    Melanjutkan Warisan Komunikasi Sosial yang Berkelanjutan
    Program komunikasi sosial ini bukanlah kegiatan sementara, melainkan bagian dari komitmen Satgas Yonif 733/Masariku untuk terus menjaga kedekatan dengan masyarakat Papua. Interaksi sosial semacam ini akan terus dilakukan selama masa penugasan mereka, dengan harapan dapat menciptakan harmoni dan stabilitas yang lebih baik di Papua.

    Dengan menjalin kedekatan, membangun kepercayaan, dan menjaga komunikasi yang efektif, Satgas Yonif 733/Masariku menunjukkan bahwa kedamaian tidak hanya diperoleh melalui pengamanan fisik, tetapi juga melalui upaya untuk menyentuh hati dan menciptakan rasa saling percaya.

    Autentikasi:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)