Marinir Menembus Sunyi Yahukimo

    0
    73

    Peluk Rakyat, Tanam Asa di Tanah Statistik

     

    YAHUKIMO, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah hutan lebat dan pegunungan yang membentang di Papua Pegunungan, suara langkah prajurit Yonif 1 Marinir Satgas Pamtas RI PNG Mobile terdengar hangat. Mereka tidak datang dengan perintah, melainkan dengan sapaan tulus kepada masyarakat Distrik Dekai, Yahukimo, pada 26 April 2025.

    Dipimpin oleh Danpos Camar, Kapten Marinir Opang, para prajurit hadir di Jalan Statistik tidak hanya dengan seragam dan logistik, tetapi juga membawa senyuman, pelukan persaudaraan, serta harapan dalam bentuk bantuan pakaian dan sembako.

    TNI Menyapa, Lebih dari Sekadar Penjagaan
    Kegiatan ini mencerminkan semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Dansatgas, Letkol Marinir Siswanto, menegaskan bahwa kehadiran Marinir tidak hanya untuk menjaga batas negara, tetapi juga untuk menyentuh dan menguatkan hati masyarakat yang tinggal di daerah terpencil.

    “Kami hadir bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai saudara. Kami berharap kehadiran kami dapat memberikan manfaat, kehangatan, dan semangat baru bagi saudara-saudara kami di Yahukimo,” ungkap Letkol Siswanto.

    Warga Menyambut dengan Haru dan Senyuman
    Suasana hangat menyelimuti saat warga menyambut para prajurit. Anak-anak berlarian dengan tawa ceria, sementara para orang tua menyambut dengan tangan terbuka dan hati yang penuh rasa syukur. Mereka tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga merasakan kehadiran negara yang benar-benar peduli.

    Apresiasi Pangkoops Habema: Menyatu dengan Rakyat
    Pangkoops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, memberikan penghargaan tinggi terhadap kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa inilah wajah TNI yang dicintai rakyat—hadir dengan kasih sayang, bertindak dengan empati, dan menyatu dalam denyut kehidupan masyarakat.

    Kegiatan semacam ini seharusnya menjadi bagian dari budaya kita. “Kami ingin kehadiran TNI dirasakan sebagai kekuatan yang mendukung, bukan menekan; yang memberikan harapan, bukan menimbulkan ketakutan,” ungkap Mayjen Avianto.

    Harapan berkembang di Tanah Statistik. Aktivitas di Jalan Statistik ini menunjukkan bahwa batas wilayah tidak menghalangi kasih sayang dan solidaritas. Di lokasi yang jauh dari pusat kota, TNI membangun jembatan yang menyatukan cita-cita dalam semangat NKRI.

    Sumber:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)