Marinir di Yahukimo Tak Hanya Jaga Perbatasan

0
173

Tapi Juga Dengar Isi Hati Warga Papua

 

YAHUKIMO, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah beratnya tugas menjaga perbatasan negara, prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 1 Marinir membuktikan bahwa pengabdian sejati bukan hanya soal menjaga kedaulatan, tetapi juga tentang menyentuh hati masyarakat.

Hal ini terlihat dalam kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) yang digelar pada Minggu, 20 Juli 2025, di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, wilayah Pegunungan Papua.

Melalui patroli rutin yang dilakukan oleh personel Pos Kotis Marinir, para prajurit menyusuri medan berat sekaligus menyapa warga dengan pendekatan yang hangat dan humanis. Mereka membuka ruang dialog, mendengarkan keluh kesah masyarakat, dan menghadirkan suasana komunikasi yang penuh kepercayaan.

Bagi warga Yahukimo, kehadiran para prajurit bukan sekadar simbol negara berseragam, tapi sahabat yang mau mendengar dan peduli. Cerita tentang sulitnya akses kesehatan, harga sembako yang tinggi, hingga rasa aman di kampung, disampaikan tanpa ragu – menciptakan hubungan yang jujur dan saling menghormati.

Sebagai bentuk kepedulian, para prajurit Marinir juga menyerahkan bantuan paket sembako dan rokok kepada masyarakat. Meski sederhana, bantuan tersebut menjadi simbol nyata bahwa TNI hadir bukan hanya untuk menjaga, tapi juga untuk merangkul dan membantu.

“Melalui Komsos, kami bisa menyerap langsung aspirasi warga. Ini penting sebagai dasar untuk menyusun langkah-langkah konkret ke depan,” ujar Dansatgas Letkol Marinir Siswanto, menegaskan peran prajuritnya yang lebih dari sekadar pasukan tempur — mereka juga pengayom rakyat.

Panglima Koops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, memberikan apresiasi penuh terhadap pendekatan yang dilakukan Satgas Marinir tersebut.

“TNI hadir di Papua bukan hanya untuk menjaga perbatasan, tetapi juga untuk membangun kepercayaan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Komsos adalah jembatan penting agar suara rakyat tidak hanya terdengar, tetapi juga direspons,” tegas Mayjen Lucky.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kekuatan TNI tidak hanya terletak pada senjata dan strategi, tetapi juga pada kemampuan untuk menyentuh, memahami, dan membangun hubungan batin dengan rakyat yang mereka lindungi.

Sumber:
(Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)