Mahasiswi Meninggal Dunia di Kamar Mandi Ponpes di Kabupaten Pekalongan, Ini Penyebabnya

    0
    70

    Pekalongan,(Cakrayudha-hankam.com) – Mahasiswi di satu perguruan tinggi di Kabupaten Pekalongan ditemukan meninggal dunia di kamar mandi, pondok pesantren yang ada di Desa Rowolaku, RT 5 RW 2 Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (30/5/2024).

    Hal itu dibenarkan oleh Kapolsek Kajen AKP Turkhan saat dihubungi.

    “Betul, sekitar pukul 08.00 WIB mendapatkan laporan dari masyarakat ada mahasiswi meninggal dunia di dalam kamar mandi,” katanya.

    Mendapatkan informasi tersebut, anggota unit Reskrim langsung menuju ke lokasi.

    Berdasarkan keterangan dari saksi, bahwa saat itu korban yang bernama Eka Amalia K (19) warga Desa Kedunglor, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, pada pukul 05.00 WIB, melaksanakan tugas piket harian menyiapkan makan pagi.

    “Korban tidak ikut salat subuh jamaah karena lagi haid. Setelah selesai menyiapkan makan pagi, korban persiapan antar jemput keponakan berangkat sekolah,” ucapnya.

    Lalu sekitar pukul 06.00 WIB korban masuk kamar mandi, selang 30 menit keponakan.

    Kemudian, sekitar pukul 06.30 WIB keponakan korban menghubungi orang pondok menanyakan, apakah korban sudah menuju ke rumah ponakan untuk mengantarkan ke sekolah, namun diketahui motor milik korban masih ada di pondok.

    “Lalu pengurus pondok menanyakan kepada teman se pondok, sekira pukul 06.35 WIB diketahui bahwa didalam kamar mandi pondok pesantren tersebut air kran sedang menyala namun pintu diketuk pintu tidak ada jawaban, lalu saksi ini menceritakan ke pengurus pondok,” ujarnya.

    AKP Turkhan menjelaskan, mengetahui korban di dalam kamar mandi pengurus pondok langsung mendorong pintu namun gagal, hingga menjebol tembok yang terbuat dari asbes dengan menggunakan batu.

    Pada saat ditemukan, korban sudah dalam posisi terlentang di lantai kamar mandi dan kaku.

    “Korban langsung dibawa ke puskesmas 1 Kajen dan diketahui bahwa korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya.

    Selanjutnya, berdasarkan hasil olah TKP yang dilakukan oleh tim INAFIS Polres Pekalongan korban tersetrum listrik di kamar mandi.

    Hal ini dikarenakan, ditemukan jaringan kabel lampu (fighting) dalam keadaan tergantung lepas dari pengait kabel.

    “Berdasarkan pantauan di lokasi dan keterangan pengasuh pondok pesantren, bahwa semula terdapat kabel yang melintang melalui atas kamar mandi yaitu jaringan kabel sanyo, kejadian ini diketahui setelah salah satu dari kabel tersebut terkelupas,” ucapnya

    Pihaknya menambahkan, untuk hasil pemeriksaan dari Puskesmas Kajen 1 terdapat luka bakar pada bahu sebelah kiri, di telinga bagian kiri dan punggung belakang.

    “Bahwa dari hasil pemeriksaan tubuh korban, dan olah tkp bahwa meninggalnya korban disebabkan oleh jaringan kabel mesin sanyo yang melintas diatas kamar mandi dalam keadaan terkelupas, sehingga menyebabkan atau mengenai bahu belakang kiri dan punggung kiri korban tersetrum,” tandasnya mengakhiri perbincangan bersama awak media.(Red)