Mahasiswa KKN-LESC Kelompok 1 STIE YAPAN Bantu UMKM Jual Produk Lewat Konten Digital

0
9

Sidoarjo || Cakrayudha_hankam.com – Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang bertujuan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan secara langsung di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan KKN, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lokasi pelaksanaan.

Salah satu bentuk kegiatan tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-LESC Kelompok 1 STIE YAPAN Surabaya di Desa Simogirang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan KKN berlangsung pada 11–24 Agustus 2026 dengan berbagai kegiatan pengabdian yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat.

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah membantu UMKM bantal dan guling milik Bapak Sutrisno di Dusun Jenjen, Desa Simogirang, dalam memperkenalkan produknya melalui pembuatan konten promosi digital.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya memperluas pengenalan produk UMKM kepada masyarakat sekaligus memanfaatkan teknologi digital sebagai salah satu sarana promosi.

Sebelum pembuatan konten dilakukan, mahasiswa KKN-LESC Kelompok 1 terlebih dahulu melakukan survei dan observasi terhadap usaha milik Bapak Sutrisno.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi usaha, produk yang dihasilkan, serta metode pemasaran yang selama ini digunakan.

Berdasarkan hasil survei, mahasiswa menemukan bahwa pemasaran produk bantal dan guling masih dilakukan secara konvensional.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa kemudian membantu membuat konten promosi digital sebagai salah satu langkah untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat secara lebih luas.

Kegiatan pembuatan konten promosi dilaksanakan pada 11–14 Agustus 2026. Proses kegiatan meliputi pengambilan dokumentasi produk, penyusunan konsep promosi, hingga penyuntingan konten digital. Konten dibuat dengan menampilkan produk bantal dan guling secara informatif dan menarik sebagai sarana untuk memperkenalkan produk melalui platform digital.

Ketua KKN-LESC Kelompok 1 STIE YAPAN Surabaya, Jevin Jemparus, menjelaskan bahwa survei dilakukan sebagai langkah awal untuk mengetahui kondisi UMKM dan metode pemasaran yang selama ini digunakan.

“Sebelumnya, UMKM masih mengandalkan pemasaran secara konvensional. Karena itu, kami melihat adanya peluang untuk membantu memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas melalui konten promosi digital. Kegiatan ini kami harapkan dapat menjadi salah satu langkah awal untuk mendorong transisi dari pemasaran konvensional menuju pemasaran digital,” ujar Jevin.

Bapak Sutrisno, pemilik UMKM bantal dan guling di Dusun Jenjen, menyambut baik kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN-LESC Kelompok 1 STIE YAPAN Surabaya. Menurutnya, pembuatan konten promosi dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat di luar lingkungan sekitar.

“Saya berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang sudah membantu membuat konten untuk produk kami. Selama ini pemasaran masih banyak dilakukan secara langsung. Dengan adanya konten seperti ini, kami berharap produk kami bisa lebih dikenal oleh masyarakat,” ujar Sutrisno.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap produk bantal dan guling yang dihasilkan UMKM milik Bapak Sutrisno dapat semakin dikenal oleh masyarakat. Konten promosi yang dibuat juga diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam memperkenalkan produk melalui media digital.

Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian KKN-LESC Kelompok 1 STIE YAPAN Surabaya yang dilaksanakan di Desa Simogirang. Selama pelaksanaan KKN pada 11–24 Agustus 2026, mahasiswa menjalankan berbagai kegiatan pengabdian yang disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat setempat.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-LESC Kelompok 1 STIE YAPAN Surabaya berharap pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi salah satu alternatif bagi UMKM dalam memperkenalkan dan mempromosikan produknya.

Dengan demikian, produk lokal dari Dusun Jenjen memiliki peluang untuk semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas dan menjangkau calon konsumen di luar lingkungan sekitar. (red-Git)