Luhut: Semua Pihak Harus Mendukung Pembentukan Family Office

    0
    71

    JAKARTA, Cakrayudha-hankam.com – Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, menegaskan bahwa semua pihak perlu memberikan dukungan terhadap pembentukan family office, yang merupakan perusahaan yang berfungsi sebagai surga pajak bagi para konglomerat di Indonesia.

    Ia mengungkapkan bahwa proses pembentukan family office kini berada dalam tahap finalisasi. Bahkan, investor ternama asal Amerika Serikat, Ray Dalio, akan turut berpartisipasi.

    Dengan demikian, Luhut berharap tidak akan ada penolakan lagi, baik dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) maupun pihak lainnya. Sebelumnya, ia sempat menyatakan bahwa Kemenkeu menolak rencana pembentukan family office tersebut.

    “Bukan hanya soal Kemenkeu, semua pihak harus setuju,” tegas Luhut di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, pada Rabu (12/3/2025).

    Selain itu, pensiunan perwira TNI tersebut enggan mengungkapkan target waktu peresmian family office. Namun, dia menegaskan bahwa tim yang terdiri dari anggota Dewan Ekonomi Nasional dan Kemenko Perekonomian akan mulai bekerja pada Kamis (13/3/2025) mendatang.

    Dia juga menambahkan bahwa persiapan untuk pembentukan family office telah dimulai enam bulan yang lalu. Tim tersebut akan meminta masukan dari Ray Dalio dan pelaku pasar lainnya.

    “Kita harapkan dalam beberapa bulan ke depan, tinggal menunggu Presiden [Prabowo], karena Presiden sudah memberikan persetujuan untuk melanjutkan. Secara teknis, kita akan melaporkan kepada Presiden, dan jika Presiden memerintahkan untuk dieksekusi, maka kita akan melaksanakannya,” kata Luhut.

    Sebelumnya, dalam acara Indonesia Economic Summit bulan lalu, Luhut menyampaikan bahwa Kemenkeu menentang rencana pembentukan family office karena dianggap tidak memberikan manfaat langsung bagi penerimaan negara.

    “Permasalahannya, rekan-rekan di Kementerian Keuangan selalu mempertanyakan, ‘Apa yang kami peroleh [dari pembentukan surga pajak seperti family office]?’,” ujarnya.

    Sebagai informasi, Luhut pertama kali menyampaikan keinginannya untuk mendirikan family office di Indonesia pada awal Juni tahun lalu. Dia berencana menjadikan Bali sebagai pusat dari family office tersebut.

    Family office adalah perusahaan yang mengelola kekayaan para konglomerat tanpa dikenakan pajak. Dengan kata lain, meskipun para konglomerat menginvestasikan kekayaan mereka di Indonesia, Kementerian Keuangan tidak dapat memungut pajak dari mereka.

    Dia menambahkan bahwa praktik family office sudah banyak diterapkan di negara-negara Asia lainnya. Oleh karena itu, dia ingin mengimplementasikannya di Indonesia.

    “Family office merupakan pilihan bagi banyak orang kaya di dunia yang melihat Bali sebagai alternatif untuk menempatkan investasi mereka di Indonesia, mirip dengan yang dilakukan di Singapura, Hong Kong, dan Abu Dhabi, namun tanpa dikenakan pajak,” ungkap Luhut di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu (5/6/2024).

    Meskipun dana dari orang kaya tersebut tidak akan dikenakan pajak, Luhut menekankan bahwa hal yang paling penting adalah banyaknya mata uang asing yang akan disimpan di Indonesia, sehingga cadangan devisa negara dapat semakin diperkuat.

    Luhut juga menyebutkan bahwa di Singapura terdapat sekitar 1.500 family office dengan total dana mencapai US$1,6 triliun. Ia menargetkan bahwa di Bali, jumlah dana yang akan dikelola oleh family office bisa mencapai ratusan miliar dolar di masa depan. (Red-033)