Kyai Jawa Timur Doakan Khofifah, Emil, dan Gus Barra Terpilih Jadi Pemimpin

    0
    153
    Acara Walimatul Safar Doa Bersama Kyai Jawa Timur untuk Khofifah Indar Parawansa, Emil Dardak, Gus Barra terpilih jadi pemimpin, yang digelar Ponpes Modern Amanatul Ummah, Kota Surabaya. [Foto: tik/cakrayudha-hankam.com]

    SURABAYA, (Cakrayudha-hankam.com) – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024, yang akan berlangsung pada November mendatang, pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Amanatul Ummah Surabaya, Rabu (5/6/2024) malam, menggelar acara Walimatul Safar Doa Bersama Kyai Jawa Timur.

    Doa bersama tersebut, khususnya ditujukan kepada Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Timur Emil Dardak.

    Selain untuk cagub dan cawagubnya itu, doa bersama juga dikhususkan buat Muhammad Al Barra atau Gus Barra sebagai Calon Bupati (Cabup) Mojokerto.

    Doa bersama Kyai Jawa Timur ini, dihadiri langsung pengasuh sekaligus pembina Ponpes Modern Amanatul Ummah Prof DR KH Asep Saifudin Chalim beserta jajarannya. Juga tampak hadir dalam acara tersebut, yakni Cagub Khofifah Indar Parawansa yang datang terlambat, serta Cawagub Emil Dardak dan Cabup Gus Barra.

    Dalam sambutannya, Prof DR KH Asep Saifudin Chalim yang akrab dipanggil Kyai Asep, mengatakan doa bersama yang dihadiri para kyai dan nyai ini bertujuan untuk mendoakan kepada mereka bertiga, agar nantinya bisa menjabat sesuai yang diinginkan tanpa ada halangan dan hambatan

    Dalam doanya, Kyai Asep yang yang sangat santun ini berharap, Al Barra dalam niatnya menjadi pemimpin di Kabupaten Mojokerto tidak mendapat saingan. “Semoga niat dan tujuan yang mulia sebagai pemimpin Mojokerto diijabah Allah SWT,” tuturnya.

    Pada ksempatan itu, Cagub Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, dirinya sangat berterima kasih dengan acara yang diselenggarakan pemilik Ponpes Modern Amanatul Ummah. “Sejak mencalon diri sebagai gubernur periode pertama, Kyai Asep selalu membantu dan memberikan support terhadap saya,” ucap Khofifah.

    Menurut Khofifah, dirinya dan pasangannya Emil Dardak mencalonkan lagi sebagai gubernur dan wakil bubernur karena ada beberapa progam yang belum selesai. Meskipun selama memimpin Jawa Tumur ada 631 penghargaan yang telah didapatkan, mulai tingkat propinsi, nasional, maupun internasional. Namun masih ada progam lain yang belum tuntas.

    Adanya penghargaan yang didapatkan Jawa Timur di bawah kepemimpinan Khofifah, patut jika nantinya IKN (Ibukota Negara) diresmikan secara de fakto Jawa Timur adalah Ibukota Negara Indonesia.

    Khofifah menerangkan, bukan tanpa alasan jika Jawa Timur sebagai Ibu Kota Negara. Sebab, berbagai pencapaian yang telah didapatkan antara lain, Jawa Timur adalah gudang desa mandiri. Desa mandiri yang diraih 2800, 367 sebagai desa maju, dan 1247 sebagai desa berkembang.

    “Jawa Timur juga dikenal sebagai lumbung pangan Indonesia, karena hasil panen yang melimpah dari para petani Jawa Timur. Alhamdulillah Jawa Timur juga mampu menekan angka kemiskinan dari tahun ke tahun,” ujarnya. (tik)