Korban Selamat Ledakan Amunisi Ungkap Detik-detik Tragedi Garut

    0
    87

    GARUT, Cakrayudha-hankam.com – Salah satu korban selamat dari ledakan amunisi TNI menceritakan momen-momen menegangkan saat kejadian di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Senin (12/5/2025).

    Korban selamat tersebut adalah Ilmansyah (26), yang terlibat dalam proses peledakan amunisi kedaluwarsa di desanya. Saat ditemui oleh Tribunjabar.id di rumah duka Kampung Cimerak, Ilman tampak sangat berduka dan terus-menerus menangis, menunjukkan betapa dalamnya kesedihannya.

    Ilman adalah adik dari Yusrizal (48), yang juga terlibat dalam proses peledakan amunisi tersebut. Ia menceritakan, “Saat kejadian, saya disuruh mengambil air ke laut. Kakak saya masih terlihat pada saat itu, tetapi tiba-tiba terjadi ledakan. Saya berteriak, ‘A Iyus di mana? A Iyus di mana?'”

    Ia menceritakan bahwa ketika ia muncul ke permukaan, semua petugas yang sebelumnya bersamanya tiba-tiba menghilang, termasuk saudaranya. Kemudian diketahui bahwa mereka terhempas oleh ledakan; beberapa bagian tubuh korban bahkan sempat melayang ke arah Ilman. “Saya melihat ke arah pantai dan melihat tubuh korban, saya terus berjalan seolah melayang,” katanya.

    Ia kemudian menuju tempat parkir mobil untuk memastikan apakah teman-temannya yang bekerja bersamanya masih selamat. Namun, hasilnya tetap nihil. Semua orang di lokasi, termasuk kakaknya yang ia cari, sudah tidak ada. “Saya sangat ketakutan, ada serpihan-serpihan kulit. Saya histeris,” ujarnya. Tak lama setelah itu, Ilmansyah berhasil menjauh dari lokasi kejadian dan meminta bantuan kepada warga.

    Ia mengungkapkan bahwa tugasnya untuk mengambil air guna mengisi tandon di lokasi kejadian ternyata menyelamatkannya dari maut. Meskipun demikian, ia masih merasakan trauma akibat peristiwa tragis yang menimpa keluarganya. “Trauma ada, saya masih syok jika melihat orang yang sedih,” katanya.

    Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut, Yayan Waryana, menyatakan bahwa pihaknya akan mendampingi keluarga korban dalam proses pemulihan trauma. “Kami akan menerjunkan sembilan orang untuk mendampingi mereka dalam proses trauma healing,” ujarnya.

    Dilaporkan bahwa 13 orang tewas dalam insiden pemusnahan amunisi TNI yang sudah tidak terpakai. Dari jumlah tersebut, empat orang adalah anggota TNI dan sembilan lainnya adalah warga sipil. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Brigjen Wahyu Yudhayana, menjelaskan bahwa ada tiga sumur yang disiapkan untuk proses pemusnahan amunisi tersebut.

    Namun, saat amunisi disusun rapi ke dalam sumur, tiba-tiba terjadi ledakan yang mengakibatkan 13 orang tewas.

    “Ketika tim penyusun amunisi menempatkan amunisi aktif yang tidak layak pakai di dalam lubang tersebut, ledakan mendadak terjadi, dan 13 orang kehilangan nyawa,” jelasnya.

    Brigjen Wahyu menyatakan bahwa tim penyusun amunisi dari TNI telah melakukan pemeriksaan terhadap personel dan lokasi, dan dinyatakan aman untuk melaksanakan pemusnahan.

    “Tim ini menyiapkan dua lubang sumur, kemudian tim pengamanan melakukan pengecekan dan menyatakan lokasi aman sebelum peledakan dilakukan di kedua sumur tersebut,” tambahnya.

    Selain itu, tim juga mempersiapkan satu lubang di luar dua sumur untuk menghancurkan sisa detonator yang ada.

    “Ketika tim penyusun amunisi menempatkan amunisi aktif yang tidak layak pakai di dalam lubang tersebut, ledakan mendadak terjadi, dan 13 orang kehilangan nyawa,” ujarnya. (Red-033)