Korban Casting Abal-abal Diberi Uang Rp750 Ribu oleh Pelaku

    0
    134
    Dua perekam casting model saat ganti baju di salah satu apartemen Kota Surabaya ditangkap Polda Jatim. [Foto: detikJatim]

    SURABAYA, Cakrayudha-hankam.com – Petugas Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur, berhasil menangkap dua pria perekam video casting model saat ganti pakaian di wilayah hukum Surabaya, Jawa Timur. Video rekaman itu dijual pelaku dan disebar ke media sosial (medsos).

    Dua pelaku casting palsu alias abal-abal itu, memberikan para korban uang sebesar Rp500 ribu sampai Rp750 ribu untuk sekali pemotretan. Diketahui, Polda Jawa Timur menetapkan 2 pelaku berinisial S dan N warga Gresik terkait kasus penyebaran video syur dengan modus casting iklan abal-abal.

    “Kedua tersangka memberikan uang Rp500 ribu sampai Rp750 ribu untuk sekali casting. Itu hanya modus,” kata Kasubdit II Dit Siber Polda Jawa Timur, AKBP Charles P Tampubolon, Senin (23/12/2024).

    Charles menjelaskan, kedua pelaku S dan N saling memiliki peran untuk melakukan aksi kejahatannya. N berperan untuk melakukan perekrutan kepada para talent. Sedangkan S bertugas melakukan perekaman saat casting.

    “Tersangka juga menjanjikan kepada talent untuk menjadi artis dan model dalam iklan makanan ringan,” tutur Charles.

    Namun, para korban tidak pernah diberi kabar selanjutnya terkait dengan hasil casting. Sejumlah korban baru mengetahui, ketika melihat videonya sudah tersebar di medsos.

    “Dari hasil keterangan korban, para korban mengetahui dari rekan-rekannya. Sampai saat ini ada 8 laporan. Padahal ada 200 lebih korban,” tutup Charles.

    Diketahui sebelumnya, korban casting palsu di Surabaya berjumlah lebih dari 200 orang. Kebanyakan, para korban adalah supermodel dan artis.

    Dua pelaku berinisial S dan N warga Gresik menjebak para korbannya dengan alasan casting untuk iklan makanan ringan dan permen Lolipop sejak tahun 2015. Mereka mengelabui korbannya dengan undangan casting.

    Saat tiba di lokasi casting,  tepatnya di sebuah apartemen di Kota Surabaya, para korban diminta untuk berganti pakaian. Kedua pelaku yang sudah memasang kamera tersembunyi di kamar ganti, akhirnya mendapatkan rekaman video perempuan bugil. Oleh kedua pelaku, video itu dijual lewat berbagai medsos.

    “Kedua pelaku sudah punya ratusan video bugil dari para korban. Total korban lebih dari 200 orang,” kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Dirmanto, Jumat (20/12/2024).

    Dirmanto menjelaskan, para pelaku membuat promosi dengan menjanjikan para korban menjadi artis, model, dan profesi lainnya yang berhubungan dengan dunia entertain.

    “Para pelaku sudah sejak awal berniat dengan memasang instalasi kamera di kamar ganti para korbannya,” tutur Dirmanto.

    Kedua pelaku, lanjut Dirmanto, diketahui mempunyai agency iklan dan melakukan rekrutmen casting model. Para korban yang tertarik, kemudian mengikuti casting tersebut. (Red-050)

     

    Sumber: beritajatim.com